Tolong Jangan Mudik, Untuk Kali ini Saja

Hingga detik ini pemerintah Indonesia masih memberi restu bagi masyarakat yang akan melakukan mudik Idul Fitri alias lebaran. Di bawah komando Presiden Joko Widodo (Jokowi), mudik lebaran masih diberi lampu hijau asal dilakukan sesuai prosedur dan hati-hati.

Belum lama ini, melalui pidatonya, Presiden Jokowi juga mengamanatkan pada masyarakat yang melakukan mudik untuk melakukan isolasi mandiri. Bahkan, ia juga mengultimatum pada aparat desa untuk menyiapkan jaring pengaman dan perlindungan sosial bagi masyarakat perantau yang kembali ke daerah.

Masyarakat perantau yang tinggal di kota masih boleh pulang untuk melepas rindu bersama sanak keluarga di kampung halaman. Kendati risikonya memang cukup besar, yaitu penyebaran virus corona atau Coronavirus Desease 2019 (Covid-19).

Sebaran virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China ini memang terbilang sangat cepat. Sejak pertama kali Presiden Jokowi mengumumkan ada kasus perdana virus corona di Indonesia pada awal Maret lalu, hanya dua pasien. Satu bulan setelahnya, jumlah kasus positif corona melesat menjadi lebih dari 2.000 pasien.

Rupanya kasus ini terus bertambah setiap harinya. Hingga Sabtu (18/4) tercatat, sudah ada 6.248 orang positif terinfeksi virus corona. Dengan detail 631 orang sembuh dan 535 jiwa meninggal dunia akibat Covid-19.

Berdasarkan data yang dipaparkan, DKI Jakarta masih merupakan daerah dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi, yakni 2.924 kasus. Selain itu, ada sejumlah daerah lain yang mencatat jumlah kasus penularan cukup tinggi, seperti Jawa Barat  ada 641 kasus.

Berikutnya Jawa Timur menempati posisi ketiga dengan jumlah kasus 522 orang. Lalu Sulawesi Selatan yang jumlah kasusnya melonjak jadi 322 orang. Posisi kelima ditempati oleh Provinsi Banten yang berjumlah 311 orang. Sementara Jawa Tengah kini ada di peringkat keenam provinsi dengan jumlah kasus positif terbanyak di Indonesia, yaitu dengan jumlah 304 orang positif Covid-19.

Pada 2019 lalu, Survei Kementerian Perhubungan menyatakan 14,9 juta orang di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) melakukan mudik Lebaran. Jawa Tengah menjadi tujuan utama dengan catatan 5,61 juta orang (37,68%), disusul oleh Jawa Barat 3,7 juta orang (24,89%), dan Jawa Timur 1,66 juta orang (11,14%).

Saat ini, bisa dikatakan Jabodetabek ialah hot spot sebaran virus corona di Indonesia. Hal ini lantaran tingginya interaksi antar manusia. Indonesia harus siap menerima resiko penularan Covid-19 yang akan melonjak pesat jika membiarkan warga Jabodetabek atau daerah lain menjalani ritual mudik lebaran.

Saat kondisi normal, mudik memang hak setiap warga negara. Namun, kali ini, hukum—yang ada pada tataran lebih tinggi dari hak individu—juga harus lebih bertindak tegas. Keselamatan banyak orang lebih utama saat ini. Pemerintah dirasa perlu untuk bertindak lebih cepat dan berani untuk melarang mudik dan membatasi aktivitas warga saat Hari Raya Idul Fitri.

Tak hanya itu, peran masyarakat juga penting. Untuk selalu berkomitmen mengurangi intensitas ruang perjumpaan. Salah satunya dengan berkorban untuk tidak mudik. Tolong jangan mudik, untuk lebaran kali ini saja.

0 comments on “Tolong Jangan Mudik, Untuk Kali ini SajaAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?