free page hit counter

Merangkul Keberagaman: Toleransi dalam Berburu Takjil (War Takjil) di Indonesia

Ramadhan merupakan bulan istimewa bagi umat Islam. Seluruh umat Islam di seluruh dunia, termasuk umat Islam di Indonesia, bergembira menyambut datangnya bulan Ramadhan. Padahal, bulan Ramadhan merupakan bulan suci dan penuh berkah yang khusus disediakan Allah untuk seluruh umat Islam. Berbagai acara digelar menyambut bulan suci. Di Indonesia, terdapat beberapa fenomena lain selain prioritas peningkatan pahala ibadah. Fenomena yang terjadi pada saat momen di bulan Ramadhan ini diantaranya ngabuburit, buka bersama atau biasa disebut dengan bukber, sahur on the road, berburu dan berbagi takjil saat menjelang buka puasa (Awaliyah, 2021).

Ramadhan menjadi salah satu cara masyarakat mencari uang untuk menambah pundi-pundi rupiah mereka. Salah satu fenomena yang menjadi ciri awal bulan Ramadhan adalah munculnya pedagang takjil di berbagai tempat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata takjil memiliki arti mempercepat dalam berbuka. Takjil berarti berbuka puasa secepat mungkin pada saat yang tepat, yaitu ketika waktu telah tiba, karena dalam Islam dianjurkan untuk berbuka puasa dengan segera apabila sudah waktunya (Awaliyah, 2021). Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat Indonesia mulai memahami kata “takjil” sebagai makanan atau minuman untuk memulai berbuka puasa.

Bulan suci Ramadhan juga dirayakan secara budaya di Indonesia melalui adat istiadat berburu takjil yang digandrungi. Petualangan kuliner atau berburu takjil ini mencerminkan semangat toleransi dan mewakili beragam adat istiadat, nilai-nilai, dan cita rasa bangsa ini. Pada dasarnya, toleransi adalah kemampuan menerima dan menghargai perbedaan berdasarkan budaya, agama, atau pengalaman pribadi. Ketika orang-orang dari berbagai latar belakang berkumpul untuk berbuka puasa dengan berbagai hidangan lezat, yang mencerminkan banyaknya tradisi dalam komunitas Muslim, perburuan takjil selama bulan Ramadhan mencerminkan nilai ini.

Ramadhan di Indonesia tahun ini berbeda karena juga dirasakan dan selalu menjadi saat yang membahagiakan bagi umat agama lain, yang membedakannya dengan Ramadhan di negara-negara Muslim lainnya. “Tren berburu takjil lintas agama” atau biasa disebut “war takjil” menjadi salah satu yang saat ini sedang banyak menyita perhatian di media sosial. Beragam kelompok non-Muslim ikut serta dalam kegiatan berburu takjil yang dilakukan umat Islam selama bulan Ramadhan. Selain untuk menambah keceriaan di jalanan dalam berburu takjil, war takjil antar umat beragama juga menjadi simbol persatuan antar umat beragama (Tia Rosalita, 2024).

Takjil war merupakan salah satu cara untuk bertoleransi terhadap agama yang berbeda. Momentum ini diharapkan dapat menjaga ketentraman dan kebersamaan umat beragama di Indonesia. War takjil antaragama memberikan gambaran menakjubkan tentang keberagaman dan toleransi beragama di Indonesia. Ini adalah contoh nyata bagaimana perbedaan agama tidak menghalangi masyarakat untuk berkumpul di acara-acara khusus seperti bulan Ramadhan. Tidak ada lagi batasan antar agama dalam berburu takjil. Orang-orang berkumpul, mencicipi makanan lezat, tertawa, dan bercerita dari berbagai lapisan masyarakat dan agama. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kita berbeda, kita bisa tetap bersatu, bersikap sopan satu sama lain, dan menghormati satu sama lain. Menciptakan dan memberikan motivasi kepada semua orang untuk senantiasa membina hubungan antar umat beragama, menjunjung tinggi toleransi, dan membangun kehidupan beragama yang menyenangkan dan damai.

Sehingga dari hal ini juga dapat membantu para pedagang untuk menjual barang dagangannya sedemikian rupa sehingga laris manis sehingga diharapkan tidak hanya dari masyarakat Islam saja tetapi juga dari masyarakat non-Muslim (nonis). Keharmonisan ini juga diharapkan dapat bertahan hingga hari-hari mendatang, tidak hanya di bulan Ramadhan saja.

 

Referensi:

Awaliyah, R. (2021) ‘Fenomena Berbagi Takjil pada Bulan Ramadan di Indonesia’:, 4.

Tia Rosalita (2024) ‘War Takjil : Wujud Toleransi Beragama di Bulan Ramadan’, 28 March. Available at: https://almuhtada.org/2024/03/28/war-takjil-wujud-toleransi-beragama-di-bulan-ramadan/.

0 comments on “Merangkul Keberagaman: Toleransi dalam Berburu Takjil (War Takjil) di IndonesiaAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

hacklink al duşakabin fiyatları fethiye escort bayan escort - vip elit escort dizi film izle erotik film izle duşakabin hack forum casibom giriş marsbahis marsbahisgirtr marsbahis casibom marsbahisTaraftarium maç izlecasibombettilt girişzlibraryMatadorbetxslotbetpercasibomholiganbetcasibomparibahisxslottümbetjojobetbetturkeyholiganbetsekabetbetparkcasibombetparksekabetvbetExtrabetmarsbahismarsbahis giriştumbetgrandpashabetcasibombets10extrabetGüncel girişCasibombycasinocasibomcasibomjojobetcasibomikimislibycasinoorisbetyouwin casinocasibomJojobetcasibomhitbetstarzbet,starzbet giriş,starzbet güncel girişstarzbetcasibomcasibom twittermuğla escortGrandpashabet betjojobettümbetpusulabetmatadorbetmeritkingxslot twitterxslot twitterxslotbetnanoSpinco