KEBUDAYAAN BANTEN

Hallo sobat Damai

Apakah kalian tahu apa itu kebudayaan? Ahh pasti sudah tak asing lagi apa itu kebudayaan. Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan adalan sebuah sistem kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, lemampuan, serta kebiasaan – kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Banten memiliki banyak sekali budaya yang sampai saat ini masih ada dan menjadi ciri khasnya Banten. Nahh teruntuk kamu yang tinggal di Banten, wajib tau nih apa saja kebudayaan yang ada di Banten hingga saat ini :

1. Bahasa

Nahh kebudayaan Banten yang pertama ini adalah sebuah bahasa komunikasi yang digunakan oleh penduduk asli Banten yaitu menggunakan dialek khas yang menjadi turunan dari bahasa Sunda Kuno.

Namun demikian, dibeberapa wilayah selatan seperti Pandeglang dan Lebak menggunakan bahasa sunda campuran, sunda kuno, sunda modern dan bahasa Indonesia, di Serang dan Cilegon, bahasa jawa banten digunakan oleh etnik jawa. Di bagian utara yaitu Kota Tangerang, menggunakan bahasa Indonesia dengan dialek betawi dan juga digunakan oleh para pendatang beretnis betawi.

2. Pencak Silat

Pencak silat Banten mulai dikenal pada saat berdirinya kerajaan Islam Banten pada abad 15 masehi dengan raja pertamanya Sultan Hasanudin. Perkembangan pencak silat pada saat itu tidak terlepas dari dijadikannya silat sebagai alat untuk penggemblengan para prajurit kerajaan sebagai bekal ketangkasan bela negara yang diajarkan oleh para guru silat yang mengusasai berbagai aliran. Silat juga sebagai dasar alat pertahanan kerajaan dan masyarakat umum Banten dalam memerangi kolonialisme para penjajah.

Dan sudah tidak asing lagi sekarang, Bahwa Banten masih dikenal dan diakui secara luas dengan sebutan pendekar dan jawaranya. Ini sebutan untuk orang – orang yang mahir dalam ilmu silat.

3. Debus

Debus tercipta pada abad ke 16, pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanudin. Debus adalah suatu kesenian yang mempertunjukan kemampuan manusia yang kebal terhadap api, senjata tajam, dan lain – lain.

4. Senjata Tradisional

Banten memiliki senjata tradisional, tak lain adalah golok. Golok ini sering kali digunakan oleh masyrakat untuk keperluan berkebun sekaligus senjata jamak yang ditemui di Asia Tenggara.

Adapun golok yang merupakan symbol dari Banten adalah golok Ciomas. Perwujudan symbol Insan Kamil yang penuh dengan filosofis dan kental dengan nilai religious, patriotik, serta nasionalisme.

Golok ciomas dulunya digunakan oleh kaum pribudmi untuk berperang melawan para penajah.

Nah sobat damai, sekarang kalian sudah tahu kan beberapa kebudayaan yang ada di Banten. Maka dari itu mari kita bersama – sama menjaga dan lestarikan agar tetap ada dan menjadi kebanggan dari Banten itu sendiri.

5. Ubrug

Istilah ubrug diambil dari bahasa sunda yaitu saubrug – ubrug yang artinya bercampur baur. Dalam pelaksanaannya, kesenian ini memang bercampur yaitu antara pemain dengan nayaga yang berada dalam suatu tempat atau arena pertunjukan.

6. Suku Baduy

Baduy merupakan sebutan yang diberikan oelh penduduk luar kepada masyarakat tersebut. Sebutan ini juga kemungkinan karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di bagian utara dari wilayah tersebut. Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes atau “orang Kanekes” sesuai dengan nama wilayah mereka, atau sebutan yang mengacu kepada nama kampung mereka seperti Urang Cibeo.

Referensi :

Kebudayaan https://www.bantenprov.go.id

Sejarah dan Kebudayaan Provinsi Banten. Satpolpp.bantenprov.go.id.

Fachreinsyah D. (2017). Golok Ciomas Terbesar Di Dunia Ditampilkan Di Banten Expo 2017.rri.co.id

Penulis: Moh. Sopyan

0 comments on “KEBUDAYAAN BANTENAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.