Tingkatkan Toleransi Antar Umat Beragama di Bulan Ramadhan

Ramadhan selalu menjadi bulan yang dinanti kehadirannya oleh seluruh umat beragama di Indonesia, terutama umat Muslim. Keanekaragaman umat, menempatkan Ramdhan sebagai bentuk wujud toleransi. Di bulan ini, masyarakat ramai menyambut dengan kegiatan tradisi-budaya yang berkembang di daerahnya masing-masing. Pada bulan ramadan, umat Islam akan menjalani ibadah puasa selama 29 sampai 30 hari. Dalam bahasa Arab puasa disebut “as’shiyaam” atau “as-shaum” yang berarti menahan. Sementara itu, pengertian menurut Syeikh Al-Imam Al-‘Alim Al-Allamah Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Qasim Asy-Syafi’i dalam Fathul Qarib, berpuasa adalah menahan dari segala hal yang membatalkan puasa dengan niat tertentu pada seluruh atau tiap-tiap hari yang dapat dibuat berpuasa.

Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan toleransi antar umat beragama. Penanaman dan penciptaan toleransi antar umat beragama harus dimulai dari lingkungan terkecil masyarakat sehingga tercipta kerukunan antar umat, dan dapat menjaga keharmonisan serta ketentraman. Toleransi antar umat beragama harus ditunjukkan dengan perbuatan atau tindakan yang menunjukan  umat saling menghargai, menghormati, menolong, mengasihi dan lain-lain. Termasuk menghormati agama dan kepercayaan orang lain, menghormati ibadah yang dijalankan oleh orang lain, serta memberi kesempatan kepada pemeluk agama lain menjalankan ibadahnya.

Dari berlangsungnya ibadah puasa, akan terbentuk generasi yang berpekpribadian berbudi luhur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini tentu saja berakar pada moralitas anak muda untuk menghargai serta menghormati keberadaan orang lain. Serta tumbuhnya pemahaman untuk tidak melakukan perbuatan yang secara konstitusional dilarang oleh negara. Dengan cara ini, ancaman disintegrasi kebangsaan karena maraknya kasus seperti korupsi, terorisme atau pelecehan seksual tidak akan memecah belah bangsa, serta akan terjaganya empat pilar kebangsaan antara lain, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI.

Selain menjalankan puasa dengan khidmah, datangnya bulan Ramadhan perlu disikapi sebagai bentuk rahmat dari Allah SWT. Dari bulan Ramadhan ini, menumbuhkan sikap untuk saling berbagi dan bergotong royong. Ketika mendekati hari raya Idhul Fitri, semua umat membuka tangan menerima segala bentuk permohonan maaf. Hal itu berlangsung dari Sabang sampai Merauke, tidak memandang ras, etnis, suku maupun agama.

Marilah kita meningkatkan sikap toleransi antar umat beragama, karena kerukunan dan toleransi antar umat beragama dapat menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat selalu dalam keadaan kondusif serta dapat membangun keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perbedaan agama yang ada dalam masyarakat Indonesia bukanlah menjadi hambatan untuk mencapai kehidupan yang rukun dan damai. Kerukunan antar umat harus mengutamakan semangat kebersamaan, tetap saling menghormati hak dan kewajiban setiap orang, serta saling menghargai perbedaan  keyakinan, karena semuanya itu telah dijamin oleh UUD 1945 Pasal 29 Tentang Kebebasan Beragama.

Penulis: Devia Zilka

0 comments on “Tingkatkan Toleransi Antar Umat Beragama di Bulan RamadhanAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.