Sang Pahlawan Masa Kini, Penggali Kubur Pandemi

Penulis : Ari Abdurahman

“Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya tetapi semata-mata membela cita-cita” – Mohammad Hatta. Begitulah untaian kata yang saat ini menggambarkan pekerjaan tukang gali kubur sekaligus sebagai refleksi Hari Pahlawan yang selalu diperingati setiap 10 November.

Dilansir dari kompas.com, negara Indonesia hingga Senin (9/11/2020) pukul 12.00 WIB, kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 2.853 sehingga jumlahnya saat ini menjadi 440.569 orang. Begitupun dengan pasien meninggal dunia yang kini jumlahnya menjadi 14.689 orang. Meningkat pesatnya jumlah orang yang meninggal akibat Covid-19 ini menjadi acuan dimana para penggali kubur-pun andil alih menjadi garda terdepan sebagai sekelompok orang yang berani mempertaruhkan nyawanya di bawah bayangan paparan Covid-19. Dengan kata lain penempatan kata pahlawan memanglah tepat ditujukan kepada para penggali kubur.

“Siang malam terus begini datang (jenazah). Kalau memang ada yang harus segera dimakamkan, 24 jam petugas standby,” kata Saleh saat berbincang dengan suara.com di sela-sela waktu istirahatnya yang singkat, Minggu (18/10/2020). Jika melihat fakta di lapangan bahwa pada dasarnya seseorang rentan terpapar Covid-19 apabila melakukan kerumunan, kontak langsung dengan orang yang mengalami Covid-19, dan lain sebagainya.

Kendati demikian seolah hal ini menjadi makanan sehari-hari para penggali kubur. Proses penggalian dan pemakaman jenazah Covid-19 merupakan bentuk dari rasa tanggung jawab serta rasa kemanusiaan yang tidak bisa diukur jasanya yang telah diberikan oleh para penggali kubur maka dengan begitu kata pahlawan memanglah pantas kita berikan kepada para penggali kubur.

0 comments on “Sang Pahlawan Masa Kini, Penggali Kubur PandemiAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *