Menghargai Kebinekaan, Merawat Persatuan

Berbicara tentang persatuan dalam keberagaman, mari kita tengok jauh ke belakang dan menelusuri kembali sejarah kemerdekaan Indonesia yang berhasil merebut kemerdekaan dengan persatuan. Persatuan merupakan kunci dari pencapaian kemerdekaan negara kita. Persatuan dengan tekad yang kuat berhasil memukul mundur penjajah yang sudah menduduki Indonesia kurang lebih selama 3,5 abad lamanya.

Dengan peralatan perang yang terhitung sangat sederhana dan tradisional , semangat para pejuang tidak pernah surut untuk meraih kemerdekaan. Mereka meyakini dengan teguh bahwa Indonesia akan meraih kemerdekaan dengan persatuan dan kekompakan dari semua kalangan yang ada. Hal ini terwujud di tanggal 17 Agustus 1945, di mana Indonesia berhasil memproklamirkan dirinya sebagai negara merdeka dan berdaulat dengan usahanya sendiri tanpa sedikitpun mengemis kemerdekaan dari negara penjajah.

Perjuangan belum berakhir sampai hari proklamasi. Para pendahulu kita memiliki pekerjaan yang lebih besar setelahnya, yakni merumuskan dasar negara yang akan menjadi landasan negara Indonesia agar menjadi negara yang beradab, sejahtera dan makmur. Perumusan dasar negara tidak lepas dari banyak perdebatan diantara pendahulu kita yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.

Salah satu yang menjadi perdebatan adalah rumusan sila pertama dalam Pancasila yang awalnya berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”. Sila pertama ini menjadi perdebatan dari masyarakat Timur Indonesia yang mayoritas non-muslim, mereka mengancam akan memisahkan diri dari Indonesia jika sila pertama tersebut tidak diubah.

Dengan pertimbangan untuk menjaga persatuan dan menjaga keutuhan NKRI akhirnya rumusan sila pertama diganti menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa”. Sebab pada hakikatnya kemerdekaan Indonesia bukan hanya diperjuangkan oleh satu-dua golongan saja, tetapi juga dari berbagai elemen masyarakat dari berbagai daerah, suku, dan agama.

Maka dari itu, menjadi bangsa besar yang diperjuangkan dengan susah payah oleh berbagai golongan seyogyanya menjadikan kita bangsa yang multikultural yang mencintai persatuan. Sudah seyogyanya kita saling menghargai perbedaan, penjaga perdamaian dan mengedepankan persatuan untuk mencapai tujuan bersama.

Perlahan sensitivitas terhadap perbedaan harus mulai dihilangkan. Keutuhan NKRI akan terancam jika banyak golongan yang merasa bahwa NKRI adalah miliknya sendiri, terlebih di era ini mudah sekali orang menyebarkan bumbu-bumbu provokasi. Sudah semestinya kita menjaga persatuan, mengingat perjuangan pendahulu kita tidaklah mudah. Jangan hanya karena perbedaan kita menjadi berantakan. Bhineka Tunggal Ika semestinya bukan hanya semboyan belaka, namun harus diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

Sumber:

Zamroni, Ahmad. Menghargai Kebhinekaan dalam Millennial Bincang Perdamaian. Jakarta: Maarif Institute for Culture and Humanity. 2018.

0 comments on “Menghargai Kebinekaan, Merawat PersatuanAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *