Taman Sari Keragaman

Indonesia dan keberagaman adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keberagaman tercipta bukan tanpa alasann. Tuhan menciptakan keberagaman dan perbedaan agar tercipta sebuah keseimbangan di dalam kehidupan. Dengan adanya perbedaan, manusia dapat saling mengenal, menghargai dan bergantung satu sama lain.

Ibarat sebuah taman, tentu taman tersebut akan terasa sangat membosankan jika hanya diisi oleh satu jenis dan satu warna tumbuhan saja. Sebaliknya, taman akan terasa sangat indah jika ditumbuhi pepohonan dan bunga-bunga yang beragam rupa dan warna.

Berbicara tentang keberagaman, tentu kita tidak bisa lepas dari problematika yang muncul di dalamnya. Salah satu problematika yang sering kitatemui adalah tumbuhnya intoleransi. Intoleransi adalah suatu sikap di mana individu satu tidak dapat menghargai perbedaan sikap individu lain yang tidak sejalan dengan dirinya.

Intoleransi sering kali tanpa disadari masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan. Bagi kita, generasi muda, sikap ini sering kali timbul sebab banyaknya konsumsi konten provokatif di sosial media dan kurangnya literasi digital yang membuat kita sering kali terpancing untuk ikut-ikutan membenci tanpa pernah benar-benar tahu duduk persoalannya.

Tidak jarang juga sosial media dijadikan sebagai rujukan cara berpikir, gaya hidup hingga referensi utama dalam beragama. Di masa-masa mencari jati diri ini menjadikan sosial media sebagai rujukan utama menjadi sangat riskan. Sebab, di usia muda biasanya apa yang diterima pertama itu yang dianggap sebagai kebenaran tanpa mencari tahu lebih lanjut sehingga mengasosiasikan dirinya ke dalam kebenaran semu. Hal ini yang akhirnya menyebabkan generasi muda mudah terprovokasi, terpapar intoleransi, bahkan radikalisme.

Tingkat kedalaman ilmu yang masih rendah sebab enggan mencari kebenaran lebih lanjut tidak tidak jarang membuat generasi muda mudah terpancing provokasi atas apa yang tidak sesuai dengan pemikirannya. Hal ini kemudian menimbulkan pemikiran bahwa dirinya yang paling benar, orang lain salah, orang lain kafir, orang yang tidak sama dengannya tidak mulia dll.

Sejatinya esensi dari sebuah keberagaman adalah kasih sayang. Ajaran agama dan ilmu pengetahuan sejatinya tidak pernah mengajarkan kita kebencian terhadap perbedaan. Maka dari itu perlu usaha bersama untuk senantiasa merajut persatuan di tengah keberagaman bangsa ini. Mari tanamkan dalam hati masing-masing bahwa keragaman bukan sebuah alasan untuk membenci, tanamkan rasa saling menghargai, berhenti saling menyakiti, mulailah saling menyayangi.

Sumber :

Hafidz Rafsanjani, Luthfi. Millennial Bincang Perdamaian. Jakarta: Maarif Institute for Culture and Humanity. 2018.

0 comments on “Taman Sari KeragamanAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://tiktaktogel.deeringbanjos.com/ https://situs-tototogel.pencils.com/ https://tototogel.vulcain.ch/ https://slotonline-gacor.manicpanic.com/ https://livesgp.oenling.com/ https://daftar.congtogel.toteme-studio.com/