free page hit counter

MENJAGA PERDAMAIAN DENGAN MENJAGA KESEHATAN MENTAL DI TENGAH PANDEMI

Pandemi yang terjadi saat ini tidak hanya mengancam kesehatan fisik, melainkan turut mengancam kesehatan mental. Selain karena virus itu sendiri, banyak faktor lainnya yang berdampak pada kesehatan mental. Dilansir dari situs Alodokter beberapa gangguan mental yang dapat terjadi saat pandemic di antaranya adalah ketakutan dan kecemasan yang berlebihan akan keselamatan diri sendiri maupun orang-orang terdekat, perubahan pola tidur dan pola makan, bosan dan stres karena terus-menerus berada di rumah, terutama pada anak-anak, sulit berkonsentrasi, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan, memburuknya kesehatan fisik, terutama pada penderita penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi, dan munculnya gangguan psikosomatis.
Kesehatan mental sangat penting untuk diperhatikan, karena di dalam tubuh yang sehat terdapat mental dan jiwa yang sehat juga.

Lantas apa hubungan antara kesehatan mental dan perdamaian di tengah pandemic?

WHO (2005) memperluas fokus kesehatan mental pada keadaan yang lebih positif. Kesehatan mental merupakan keadaan sejahtera (well-being) di mana individu menyadari kemampuannya sendiri, dapat mengatasi tekanan yang normal dalam kehidupan, mampu bekerja secara produktif, dan mampu berkontribusi terhadap masyarakat. Kesehatan mental positif juga dilihat sebagai aspek-aspek yang meliputi emosi (afeksi/perasaan), kognisi (persepsi, pikiran, dan penalaran), fungsi sosial (hubungan dengan orang lain dan masyarakat), serta koherensi (perasaan kebermaknaan dan tujuan dalam hidup). Dengan demikian, istilah mengenai sehat secara mental tentunya akan menyentuh berbagai aspek dalam kehidupan manusia.

Jika seseorang memiliki mental yang sehat, jauh dari stress, cemas dan rasa takut yang berlebih misalnya, ia akan lebih bisa mengontrol pikiran dan perilakunya, sehingga dapat menimbang apakah perilakunya sesuai dengan norma dan aturan yang ada.

Kondisi yang terjadi saat pandemic ini bisa memicu terjadinya keadaan yang tidak sejahtera, berbagai tekanan yang terjadi tidak dapat di atasi dengan baik, sehingga menimbulkan banyak problema bagi kesehatan mental di kemudian hari. Pada akhirnya, kondisi seperti ini memicu orang-orang untuk bertindak melanggar norma. Salah satu contohnya adalah orang jadi tidak dapat memilih dan menyaring informasi yang diterimanya, sehingga ia bisa saja menyebarluaskan informasi yang diterimanya walau belum tentu benar.

Atau demi menghilangkan kejenuhan yang dirasakannya, seseorang dapat berbuat anarki atau melakukan hal-hal yang tidak terpuji, yang tentunya dapat meresahkan keadaan di sekitarnya. Seseorang dapat menjadi lebih mudah marah, mudah tersinggung karena berbagai tekanan yang dialaminya. Hal ini dapat memicu terjadinya ketidak harmonisan.

Dalam jurnal Psikologi Positif untuk Kesehatan Mental: Sehat Mental Hidup Bahagia yang ditulis oleh Syurawasti Muhiddin,  Dalam kehidupan sehari-hari berbagai ritual dapat kita lakukan untuk mengembangkan kekuatan diri kita. Kita mulai dengan merefleksikan kekuatan dan kelemahan kita. Kita mengidentifikasi kekuatan-kekuatan kita dan mengembangkannya. Kemudian, kita bisa meluangkan waktu di awal hari kita dan atau di akhir hari kita untuk mensyukuri hal-hal dalam kehidupan kita. Kita masih hidup sampai hari ini, kita berhasil mencapai target hari ini, dan sebagainya. Kita bisa  memutuskan untuk memaafkan orang lain yang menyakiti kita. Kita mengajak orang-orang yang kita sayangi, keluarga dan teman-teman, untuk jalan bersama atau menikmati aktivitas menyenangkan lainnya. Kita menonton video yang lucu dan menginspirasi. Kita mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental dapat berkontribusi pada terjaganya keharmonisan dan perdamaian di lingkungan sekitar.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental di tengah pandemic yang masih melanda Indonesia, di antaranya:

1. Menjaga pola tidur

Tubuh manusia membutuhkan istirahat, dan tidur adalah istirahat yang paling optimal untuk tubuh. Tidur yang berkualitas tentu akan berdampak baik pada kesehatan mental dan fisik, karena secara tidak langsung akan menyegarkan pikiran dan membuatnya terhindar dari sesuatu yang negative, sebab tubuh dan pikiran menjadi lebih segar. Oleh karena itu, disarankan bagi semua orang untuk tetap menjaga siklus tidur dengan normal.

2. Membuat rutinitas sendiri

Selama menjalani karantina di rumah, kamu bisa melakukan hobi atau aktivitas yang kamu sukai, misalnya memasak, membaca buku, beroahraga, atau menonton film. Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan tersebut juga dapat menghilangkan rasa jenuh.

3. Lebih bijak mengkonsumsi informasi

Membatasi waktu untuk membaca, atau mendengar berita mengenai pandemi, baik dari televisi, media cetak, maupun media sosial perlu dilakukan untuk mengurangi rasa cemas. Akan tetapi, jangan terlalu menutup diri sepenuhnya dari informasi yang penting. Pilah informasi yang Anda terima secara kritis dan bijak. Dapatkan informasi mengenai pandemi virus Corona hanya dari sumber yang terpercaya.

4. Menjaga komunikasi dengan keluarga dan sahabat

Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga, sahabat, teman, dan rekan kerjamu, baik melalui pesan singkat, telepon, atau video call. Kamu bisa menceritakan kekhawatiran dan kecemasan yang kamu rasakan. Dengan cara ini, tekanan yang kamu rasakan dapat berkurang sehingga kamu bisa lebih tenang.

5. Mengonsumsi makanan bergizi

Konsumsilah makanan yang mengandung protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat. Beragam nutrisi tersebut dapat kamu peroleh dari nasi dan cereal, buah-buahan, sayuran, makanan laut, daging, kacang-kacangan, serta susu.

Bukan hanya untuk menjaga kesehatan tubuhmu, asupan nutrisi yang cukup juga dapat menjaga kesehatan mentalmu, baik secara langsung maupun tidak langsung.

6. Bantu Orang Lain yang Membutuhkan

Banyak orang terkena imbas secara ekonomi akibat pandemi virus corona, terutama di masa karantina. Selain banyak orang kehilangan pekerjaan, jutaan usaha kecil di ambang kehancuran finansial. Realitas ekonomi akibat pandemi virus corona benar-benar meresahkan.
Dalam kondisi ini, kamu bisa menjadi secercah “cahaya” bagi orang yang membutuhkan. Yang kamu perlukan hanyalah waktu dan keinginan untuk mewujudkannya.

7. Luangkan Waktu untuk Memanjakan Diri

Keinginan untuk memanjakan diri sendiri akan selalu tampak menggoda dalam menghadapi pandemi virus corona ini. Tetapi tidak ada salahnya kok memperlakukan diri sendiri dengan istimewa.

Jika kamu merasa kewalahan dan berada di ambang krisis kesehatan mental, luangkan waktu sebentar untuk bernapas, rileks, dan lakukan sesuatu hanya untuk diri sendiri. Kamu bisa menonton film dan acara TV favorit, menikmati mandi busa yang menenangkan atau membaca buku sambil menyeruput secangkir teh. Apapun itu yang bisa membuatmu rileks, lakukanlah.

0 comments on “MENJAGA PERDAMAIAN DENGAN MENJAGA KESEHATAN MENTAL DI TENGAH PANDEMIAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

hacklink al duşakabin fiyatları fethiye escort bayan escort - vip elit escort dizi film izle erotik film izle duşakabin hack forum casibom marsbahis marsbahisgirtr marsbahis matadorbet casibom marsbahisTaraftarium maç izlemariobet twittercasibom国产线播放免费人成视频播放casibomonwinbettilt girişJojobettipobetjojobetholiganbetmatbetcasibombets10marsbahismostbet türkiyedumanbetradabetbetparkmariobet güncelonwinxslotgambling seoparibahis güncelcasibomjojobetjojobetjojobetjojobetjojobetMarsbahis Girişjojobetpusulabet girispusulabet giriş twittertümbet günceltümbetjojobetcasibombetinebayspintümbet giriştumbetdinamobetcasibombettilt giriş tumbet giriscasibomcasibomgalabetjojobetcasibomtümbettipobetbettiltbaywin girisbaywinpusulabetonwinsahabetmatadorbettipobetonwin girişmatadorbet girişsahabet girişstarzbetbetpublicsüpertotobetfixbetxslotbetmatikbetkommariobettarafbetbahiscom1xbetgrandpashabetsahabet