Paksa Mudik Berujung Di Rumah Hantu

Hantu mana ada di bulan Ramadhan, pasti siapapun berani lah yaa kerumah hantu soalnya mereka sedang di PHK selama sebulan. Tapi apa rasanya kalo dikurung dan dikunci selama 14 hari pasti bulukuduk merinding, jangankan yang dikurung, wong yang nulis aja merinding ko, hihihih (ketawa kuntilanak).

Lah, terus memang ada orang mudik yang disekap di rumah hantu, ah bencandaan kali, percaya tidak sobat damai? Pasti orang ini tidak serius nih nanganin para pemudiknya yang tetap bandel mudik. “Iya Pemudik yang bandel di daerah Sragen bakal di Masukin ke Rumah Hantu kalo bandel tidak mau di karantina di rumah” (suara TV) lah ko beneran sih.

(Serius cari Berita) waaah gokil, ternyata ada beneran tahu sobat damai, jadi gini loh, orang yang melakukan hal gokil ini adalah Bupati Sragen Kusnindar Untung Yuni Sukowati di mana banyak banget warganya yang tetap bandel dan tidak mengikuti aturan karantina di rumah bagi warganya yang bandel mudik dari daerah yang termasuk zona merah.

Bupati Sragen pun meminta kepada setiap desa yang memiliki rumah hantu untuk dijadikan tempat karantina pemudik yang ngeyel tak mau karantina secara mandiri di rumah. Sebelum itu para pemudik yang memasuki wilayah Sragen dilaukan pengecekan atau Screening dan pendataan di setiap terminal-terminal.

Setiap penumpang angkutan umum yang berasa dari luar kota, baik bus Antar Kota Atar Provinsi (AKAP), Antar Kota Dalam Provinsi dan Travel diperiksa kesehatannya. Kemudian, diukur suhu tubuh, disterilkan dengan menggunakan antiseptik dan didata.

Bupati Sragen pun mengatakan dalam kutipan IDN News,  bahwa dirinya telah menyurati semua PO agar tidak menurukan penumpang di jalan, dan semuanya harus di terminal, agar dapat melakukan pengecekan atau screening dan pendataan tersebut, jika ketahuan demam maka pihaknya akan mengkaratina pemudik tersebut jika setelah dicek ternyata sehat maka dianjurkan untuk karantina mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari, jika ngeyel “kalau ada rumah kosong dan berhantu, masukkan di situ, kunci dari luar.” Tegas Yuni dalam laman IDN News. Waaah parah bener dah ah, kalo saya yang jadi pemudik sih kenya kaga berani dah, heheheh

Tentu hal seperti ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Daerah guna menyelamantkan tiap warganya agar tetap aman dari covid-19. Selain Rumah hantu, masih ada salah seorang yang juga memiliki ide kreatif agar masyarakatnya selalu mengikuti himbauan Pemerintah, yaitu dengan cara kampanye menggunkan kaos.

Et, sebentar-sebentar, setelah dipikir-pikir ini kampanye apaan sih, pencalona gitu atau apa ya? Pleas jangan negatif thinking ya sobat damai, jadi kampanye ini merupakan kampanye untuk menyadarkan masyarakat agar terhindar dari Covid 19

Nih Contohnya :

Sumber: jatengprov.co.id

Ya, beliua adalah Gubernur Jawa Tengah, di mana media kaos menjadi kampanyenya untuk mengingatkan warganya agar tidak lupa bahwa masih ada Covid-19 diantara kita semua.

Lalu Koas tersebut pun beliau jual dan sebagian dari keuntungan dar penjualan koasnya akan didonasikan untuk melawan Covid-19. Tentu hal ini bisa dijadikan efektif karena beliua merupakan publik figur yang nyentrik dan sudah pasti perkataanya didengar oleh warganya.

Oke Sobat Damai, Mudik tahun ini tidak dianjurkan tapi kalo kamu masih paksa mudik ya siap siap dikurung di rumah hantu, jangan berfikir hanya untuk kepentingan sediri terus, tapi juga harus berfikir hal ini merupakan kepentingan bersama, bukan lagi saatnya kita bilang “pemerintah selalu mikir untuk dirinya sendiri” tapi perkataan tersebut sudah dibalikan loh ke kita masing-masing. Lalu masih kah kalian mementingkan diri kalian sendiri? Tetap maksa mudik walapun kondisininya seperti ini? Silahkan jawab masing-masing ya!

0 comments on “Paksa Mudik Berujung Di Rumah HantuAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *