free page hit counter

Puasa Makan, Puasa Hoax Juga Kah? (Sebuah Opini)

Bulan Ramadhan telah tiba, hari ini adalah hari ketiga kita semua berpuasa. Meski di rumah saja tapi tidak menyurutkan semangat kita untuk berpuasa dan menjalankan ibadah lainnya.

Puasa, menahan diri dari lapar dan haus, menahan diri dari berbuat tidak baik, bicara tidak baik, dan menahan diri dari hawa nafsu yang lain.
Puasa, adalah momen umat islam untuk belajar menahan diri dari segala hal yang tidak baik. Mungkin, kita sudah berhasil menahan diri untuk tidak makan, minum, berkelahi dan kebiasaan buruk lainnya. Tapi, apakah kita sudah belajar untuk berpuasa dari mempercayai informasi yang tidak valid alias hoax?

Seorang teman dengan semangatnya menyebarkan sebuah informasi berupa video kajian tentang hari akhir, yang katanya akan tiba pada ramadhan tahun ini. Saya akhirnya memutuskan untuk menonton video tersebut.
Sebagai umat islam yang belajar agama, kita sudah mengetahui bahwasanya tidak ada seorangpun di dunia ini yang tahu kapan datangnya hari akhir. Bahkan, Rasulullah saja tidak tahu. Walau telah disebutkan beberapa tanda-tandanya, akan tetapi kapan hati itu akan tiba hanyalah Allah yang tahu.

Informasi tersebut, tidak serta merta saya amini. Menempatkannya sebagai bahan untuk introspeksi diri. Akan tetapi, cukup berhenti di saya informasi tersebut beredar. Tidak bijak rasanya menyebarkan hal yang belum pasti di tengah musibah yang sedang melanda negeri, yang tentunya semakin membuat risau dihati.

Itu mungkin hanya salah satunya saja, masih banyak informasi-informasi yang tidak valid, bahkan cenderung berbahaya untuk banyak orang. Beredar di dunia maya, di berbagai platform media sosial yang sering digunakan masyarakat.

Bagi sebagian orang yang paham bagaimana menyaring informasi tentu hal hal semacam itu bisa diantisipasi. Lalu, bagaimana dengan mereka yang biasa menelan begitu saja informasi yang mereka terima?

Contoh lainnya adalah persoalan tentang video tutorial membuat hand sanitizer, yang belakangan ini viral di jagat maya. Yang menyedihkannya adalah, kenyataan bahwa tutorial yang dibuat tersebut malah berbahaya karena menggunakan bahan-bahan yang tidak sesuai.

Atau tentang hal hal yang berkaitan dengan informasi dari pemerintah. Hoax seolah menjadi santapan lezat bagi siapapun. Mereka yang gemar membahas teori-teori konspirasi, menyebar informasi yang ternyata tidak valid. Hal hal itu sangat berpotensi membahayakan, pemikiran banyak orang. Karena, mengandung berbagai kekhawatiran yang sebetulnya tidak berarti.

Maka dari itu, seharusnya puasa menjadi jembatan untuk kita belajar menahan diri dari berbohong, menyebarkan berita palsu, dan saling mengingatkan bahwa Hoax sampai kapanpun tidak pernah dibenarkan dan tidak ada manfaat darinya.

0 comments on “Puasa Makan, Puasa Hoax Juga Kah? (Sebuah Opini)Add yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

hacklink al hd film izle duşakabin fiyatları fethiye escort bayan escort - vip elit escort dizi film izle erotik film izle erotik film izle deneme bonusu duşakabin duşakabin temizliği hack forum perabet türk ifşa marsbahis betkom BetmatikSahabetmarsbahisTaraftarium maç izlemariobetholiganbetBetticketbetist girişbets10casibomslot sitelericasibomcasibom girişcasibomcasibom twittercasibomcasibomsahabetgrandpashabetimajbetMostbet Türkiyebettiltsahabetfavorisensetrabetnakitbahisbetturkey girişholiganbet girişcasibomcasibom