Millenial dan Radikalisme Dunia Maya

Kaum muda dan internet menjadi satu hal yang tidak dapat terpisahkan sekarang ini. Kecanggihan teknologi yang menawarkan berbagai kemudahan membuat banyak orang menggandrunginya. Terlebih kaum muda yang kesehariannya tidak terlepas dari sosial media. Mulai dari sekadar untuk berkirim pesan, foto hingga video. Semuanya tampak lebih mudah dengan telepon genggam yang terhubung internet.

Dengan majunya perkembangan internet zaman now, sudah seharusnya diimbangi juga dengan kemajuan pola pikir penggunanya. Menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2018, kelompok usia produktif 19-34 tahun mendominasi pengguna internet di tanah air.

Jika dilihat dari rentang usia, dalam rentang usia tesebut seseorang dapat dikatakan memasuki fase dewasa dalam pertumbuhan psikologi. Dengan demikian, diharapkan para pengguna intenet dapat lebih dewasa dalam mengolah informasi yang bertebaran tanpa batas di dunia maya setiap detiknya.

Terlebih lagi bagi kaum milenial yang masih harus lebih pandai dalam mengelola emosi. Jangan mudah tersundut oleh berita yang tenyata hoax apalagi terpapar radikalisme melalui dunia maya. Karena radikalisme merupakan cikal bakal munculnya terorisme.

Bukan sekadar ucapan belaka. Rupanya banyak fakta yang menyatakan bahwa internet menawarkan berbagai cara yang dapat menjerumuskan kita ke dalam paham radikal. Internet saat ini layaknya hutan, siapa yang cerdas akan mendapatkan banyak manfaat seperti kemudahan mencari tempat, kuliner dan pelajaran. Sedangkan yang tidak cerdas akan terjerumus dalam jurang seperti kecanduan pornogafi, predator online dan radikalisme.

Tidak hanya cukup dengan berhati-hati, lebih dari itu kaum milenial kini harus bisa membentengi diri agar tidak mudah terpapar radikalisme di dunia maya. Jika memang diperlukan kita juga bisa melibatkan keluarga dan lingkungan sekitar. Berbagi informasi dan mencoba mendiskusikannya bersama anggota keluarga akan menjadi salah satu cara membentengi diri dari paham-paham radikalisme.

Baik kaum muda ataupun generasi tua yang selalu berjiwa muda sangat boleh memanfaatkan internet, asalkan harus tetap bijak. Jangan sampai kamu jadi sasaran dari gencarnya penyebaran paham radikalisme di internet saat ini. Mari menjadi kaum muda yang smart dalam menggunakan internet.

Penulis: Tri Puji A.T

0 comments on “Millenial dan Radikalisme Dunia MayaAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.