Pendidikan Karakter sebagai Benteng Pertahanan Milenial dari Penyebaran Paham Radikal

Dewasa ini pendidikan Indonesia sedang ramai dengan gembar-gembor pedidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam program pendidikan, dimana nilai akademik bukan lagi menjadi satu-satunya tolak ukur keberhasilan pendidikan formal.

Kebijakan pendidikan karakter ini terintegritas dalam Gerakan Nasional Resolusi Mental yaitu sebuah gerakan yang mengupayakan perubahan cara berpikir, bertindak serta bersikap menjadi yang lebih baik dengan mengutamakan nilai-nilai nasionalis, religius, mandiri, integritas dan gotong royong.

Pendidikan karakter merupakan instrumen penting untuk modal hidup bermasyarakat yang baik, beradab, bermoral dan bermafaat bagi lingkungan sekitar terlebih untuk para generasi milenial yang akan merupakan generasi penerus bangsa.

Dalam derasnya arus teknologi informasi di era ini pendidikan karakter menjadi sangat penting guna membentengi generasi milenial dari ancaman degradasi moral yang akan berdampak pada masa depan bangsa Indonesia. Kecanggihan teknologi informasi memudahkan kelompok-kelompok intoleran dan radikal dalam menyebarkan propoganda kepada masyarakat Indonesia.

Nilai-nilai kritis, nasionalis, dan religius dalam pendidikan karakter juga diharapkan mampu membentengi generasi milenial dari bahaya penyebaran sikap intoleransi, ideologi radikal yang mengarah pada kekerasan yang saat ini sangat gencar di dunia maya. Melalui pendidikan karakter para generasi milenial seyogyanya mampu berpikir kritis atas informasi yang tersebar di dunia maya.

Nilai nasionalis diharapkan mampu menumbuhkan persatuan, memperkuat persaudaraan dan menghargai perbedaan-perbedaan yang ada. Dengan demikian generasi milenial tidak akan mudah terprovokasi dengan isu-isu keagamaan, perbedaan suku, bahasa dll yang nantinya akan menimbulkan perpecahan.

Pemahaman ilmu agama yang kuat juga akan membentengi generasi milenial dari paham-paham radikal yang sering kali mengatasnamakan agama sebagai alat propogandanya. Anak muda yang paham agama tentu akan lebih kritis terhadap isu-isu keagamaan yang sering dimainkan oleh kelompok radikal yang sering kali hanya menggunakan penggalan ayat di kitab suci untuk memenuhi kepentingan kelompoknya, tanpa megkaji lebih dalam ayat sebelumnya, ayat sesudahnya dan asbabun-nuzul (asal-muasal diturunkannya) ayat tersebut.

0 comments on “Pendidikan Karakter sebagai Benteng Pertahanan Milenial dari Penyebaran Paham RadikalAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *