Ramadhan #DiRumahAja Demi Bahagia Bersama di Hari Raya

Harapan selesainya pandemi global menjelang bulan suci Ramadhan sepertinya masih jauh dari harapan sebab masih banyak dari kita yang tidak memiliki keperluan di luar masih nekat keluyuran. Setiap harinya berita menayangkan bertambahnya jumlah korban, tenaga medis pun banyak yang jatuh berguguran. Padahal aturan pembatasan sosial berskala besar sudah ditetapkan.

Sudah semestinya kita memiliki kesadaran untuk saling menjaga keselamatan. Pemerintah menetapkan kebijakan, tenaga medis berjuang di garda terdepan, kita yang masih diberi kesempatan sehat agar menaati aturan. Tidak mudah memang untuk terus berdiam diri di dalam rumah, apalagi jika dalam keseharian kita adalah orang yang sangat aktif di luar.

Terkadang berpikir negatif ada baiknya. Anggaplah kita adalah salah satu orang yang terpapar, meskipun sebenarnya tidak. Dengan menganggap bahwa kita sudah terpapar, paling tidak kita akan menahan diri kita untuk tidak keluar rumah agar tidak menularkan. Atau anggaplah semua orang di luar sana sudah terpapar, dengan demikian kita tidak akan nekat keluar rumah agar tidak terpapar.

Pandemi ini berat bagi semua orang, maka dari itu kita harus kompak bekerja sama. Tentu nanti akan berat menjalani bulan suci tanpa buka bersama, tanpa berburu baju baru di pusat perbelanjaan, tanpa berburu takjil di pinggir jalan. Namun semua ini harus dilakukan, agar pandemi tidak terus berkepanjangan.

Hikmahnya kita punya waktu berkumpul bersama keluarga hingga hari raya, hal yang pasti tidak pernah terjadi pada ramadhan-ramadhan sebelumnya. Selain itu, waktu untuk beribadah juga akan lebih banyak dan lebih khusyu. Bukan hanya ibadah wajib, ibadah sunah yang sulit kita jalankan sebelumnya, kali ini akan lebih mudah sebab kita memiliki lebih banyak waktu luang.

Pertama, Tadarus

Ramadhan #dirumahaja memberikan kita lebih banyak waktu untuk membaca dan mengkaji kitab suci Al-Qur’an. Waktu yang paling pas untuk tadarus biasanya setelah melaksanakan sholat wajib dan sholat sunah. Tanpa berkegiatan di luar rumah dan mengurangi intensitas sosial media,  sobat damai bisa loh mengkhatamkan Al-Qur’an 2-3 kali selama Ramadhan ini. Yuk kurangi stalking mantan, perbanyak buka Al-Qur’an agar hati mendapat kedamaian dan ketentraman.

Kedua, Sholat Sunah Tahajud

Bulan suci ramadhan memberikan kita kesempatan yang besar untuk rajin mendirikan solat sunah yang dianjurkan di sepertiga malam ini. Bagi sebagian orang, sholat sunah tahajud lebih mudah dilaksanakan di bulan ramadhan dibanding di hari-hari biasa sebab di bulan ramadhan kita akan terbangun di kisaran pukul 3-4 pagi untuk melaksanakan sahur. Di waktu itulah kita dapat menyempatkan waktu untuk sholat sunah tahajud.

Ketiga, Sholat Sunah Dhuha

Sholat sunah dhuha merupakan sholat sunah yang dilakukan pada waktu dhuha. Di hari-hari biasa, sholat dhuha sering terlewat karna terbentur waktu berangkat kerja. Nah Ramadhan #dirumahaja adalah kesempatan baik untuk sobat damai agar bisa melaksanakan sholat sunah dhuha tiap pagi yaa.

Keempat, Sholat Sunah Hajat

Berbeda dengan sholat tahajud dan dhuha, sholat hajat tidak memiliki batasan waktu dan bisa dikerjakan kapan saja asal tidak pada waktu sholat dan waktu yang dilarang untuk mengerjakan sholat. Namun, utamanya sholat sunah hajat dikerjakan di sepertiga malam seperti sholat tahajud.

Kelima, Sholat Tarawih

Salah satu keistimewaan bulan suci Ramadhan adalah kita diberi kesempatan untuk menjalankan sholat sunah yang hanya ada satu kali dalam satu tahun selama satu bulan penuh. Kalau di Ramadhan sebelumnya sobat damai sering bolong tarawih karena ada agenda buka bersama dan belanja, Ramadhan #dirumahaja memberikan kesempatan kita untuk bisa mendirikan sholat tarawih sebulan penuh tanpa bolong-bolong. Untuk tahun ini, usahakan sholat tarawihnya #dirumahaja yaa sobat damai.

Semoga Ramadhan tahun ini lebih berkah seiring bertambahnya kuantitas dan kualitas ibadah. Tetap jaga kesehatan fisik dan mental, konsumsi makanan sehat dan rajin olahraga. Tetap #dirumahaja yaa agar pandemi ini segera selesai sebelum hari raya dan kita dapat merayakan idul fitri dengan bahagia seperti sedia kala.

 

Penulis: Annisa Fathia Hana

0 comments on “Ramadhan #DiRumahAja Demi Bahagia Bersama di Hari RayaAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?