free page hit counter

Ulas Buku ‘Yang Tak Kunjung Usai’ Karya Awi Chin

Halo Sobat Damai!

Dalam kesempatan ulas buku bulan ini, kita akan membahas mengenai salah satu novel roman karya penulis tanah air, Awi Chin. Novel ini dipilih karena cukup berbeda dengan novel remaja kekinian, lho. Awi Chin berani menyuguhkan tema seksualitas, keimanan dan kebudayaan. Cerita Saul, Bagas dan Mey siap membawa kamu ke dalam emosi masa muda yang penuh tanda tanya dan keraguan. Berikut ulasan mengenai novel ini.

Judul : Yang Tak Kunjung Usai

Penulis : Awi Chin

Tahun terbit : Juli, 2020

Total halaman : 388 halaman

Penerbit : Jakarta, KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

Novel ini dibuka dengan masa kini tokoh ‘aku’ yang sedang beribadah di sebuah gereja. Nampak tokoh ‘aku’ ini melakukan kegiatan pengakuan dosa tentang tujuh tahun yang lalu. Bab Prolog pun ditutup dan selanjutnya kita dibawa mundur ke latar waktu tujuh tahun silam. Bab berikutnya dimulai pada bulan juli dari sudut pandang Saul. Saul digambarkan sebagai anak laki-laki yang dingin, cuek dan tidak bersemangat. Ia baru saja ditinggal pergi ayahnya enam bulan lalu dan kini pindah untuk tinggal bersama neneknya di Kalimantan Barat. Bab Juli ini juga menyajikan sudut pandang Bagas. Digambarkan sebagai anak laki-laki yang periang dan sangat patuh akan Tuhan. Mereka berdua bertemu di Pelabuhan Senjau. Bagas diminta untuk mengantar Saul ke rumah Bu Encik–neneknya Saul. Diceritakan pula tentang tokoh Mey. Gadis cerdas yang lahir dari keluarga terkaya di desa ini. Mey merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Sifatnya digambarkan sebagai pendiam dan pengamat.

Bagian selanjutnya menjelaskan bagaimana Saul beradaptasi di kehidupannya yang baru. Ia bersekolah di sekolah yang sama seperti Bagas. Banyak percakapan dalam novel ini yang menggunakan bahasa daerah Dayak-Melayu. Oleh guru, Bagas diberi kepercayaan untuk membimbing Saul sebagai murid pindahan. Selama tiga minggu, Bagas masih cuek terhadap Saul yang berusaha mendekatinya. Mereka kerap kali ke sekolah bersama. Kadang Bagas bermain di rumah Saul.

Namun, sikap dingin Saul perlahan luruh. Pada bab-bab selanjutnya diceritakan keduanya makin dekat. Saul juga kerap belajar bersama dengan Bagas dan Mey. Suatu ketika, Saul menemukan foto mendiang ayahnya dan ibu kandungnya. Saul benci sekali dengan ibu kandungnya sebab ia meninggalkan Saul sendiri dengan ayahnya. Bagas datang dan menghibur Saul. Di saat itulah hubungan keduanya mulai salah arah.

Perasaan yang timbul diantara Saul dan Bagas membuat rumit keduanya. Bagas mulai menjaga jarak dengan Saul sebab kejadian hari itu. Saul pun jadi sering pulang bersama Mey hingga dikira berpacaran. Namun, Saul dan Bagas akhirnya berbaikan dan menerima perasaan cinta itu tumbuh diantara keduanya. Bagas bahkan sempat mengajak Saul untuk pulang ke kampungnya. Hubungan keduanya semakin erat hingga Mardi, salah satu teman asrama Bagas memergoki keduanya. Tapi hal itu tak kunjung membuat Bagas dan Saul menjauh. Demi mencegah hal-hal seperti itu terjadi lagi, Bagas meminta Saul untuk pura-pura mendekati Mey.

Sial sungguh sial, permintaan Saul tersebut menjadi buah simalakama untuk keduanya. Suatu malam, Saul dikisahkan mabuk dan tak sengaja meniduri Mey. Saul kian merasa bersalah pada Bagas. Beberapa hari kemudian Mey mengaku kalau sudah mengandung anak Saul. Hal ini memperkeruh hubungan Saul dan Bagas. Terutama Mey, tokoh yang digambarkan sangat ambisius ini merasa gagal mencapai mimpinya untuk menjadi anak gadis pertama di kampungnya untuk lanjut ke bangku kuliah. Mey sempat mengajak Saul untuk mengeluarkan janinnya. Dengan begitu, Saul dapat lanjut berhubungan dengan Bagas dan Mey dapat kembali memperjuangkan masa depannya.

Bagas yang digambarkan penulis sebagai tokoh yang agamis pun menentang hal itu. Bagas rela meninggalkan kampung setelah sempat hilang dari jangkauan Saul untuk beberapa waktu. Bagas meminta Saul untuk bertanggungjawab atas dosa yang ia perbuat dengan Mey. Saul dan Mey pun menikah, sementara Bagas pergi keluar dari desa. Hidup Saul berputar 180 derajat. Ia masih mencintai Bagas di dalam hatinya. Tetapi ia juga sudah bertanggungjawab atas Mey. Dengan kelembutan hati Mey, akhirnya Saul luluh juga.

Novel ini ditutup dengan pertemuan Saul dan Bagas. Saul yang dulunya tidak percaya akan Tuhan kini sebaliknya. Bagas menertawakan hal itu. Keduanya sudah ikhlas dengan hubungan mereka yang pupus. Untuk kisah lengkapnya bisa teman-teman Damai nikmati di aplikasi resmi Perpustakaan Nasional (Ipusnas), ya. Bagaimana konflik batin remaja yang krisis terhadap seksualitas dan kepercayaannya akan Tuhan membalur menjadi satu. Tidak hanya mengangkat perihal LQBT dan MBA (Married By Accident), Yang Tak Kunjung Usai juga akan menyuguhmu dengan uraian mengenai budaya dan keindahan pedalaman Kota Pontianak.

*)

 

Redaksi : Putri Syahrani

0 comments on “Ulas Buku ‘Yang Tak Kunjung Usai’ Karya Awi ChinAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

hacklink al duşakabin fiyatları fethiye escort bayan escort - vip elit escort dizi film izle erotik film izle duşakabin hack forum casibom giriş marsbahis marsbahisgirtr marsbahis casibom marsbahisTaraftarium maç izlecasibombettilt girişzlibraryMatadorbetxslotbetpercasibomholiganbetcasibomparibahisxslottümbetjojobetbetturkeyholiganbetsekabetbetparkcasibombetparksekabetvbetExtrabetmarsbahismarsbahis giriştumbetgrandpashabetcasibombets10extrabetGüncel girişCasibombycasinocasibomcasibomjojobetcasibomikimislibycasinoorisbetyouwin casinocasibomJojobetcasibomhitbetstarzbet,starzbet giriş,starzbet güncel girişstarzbetcasibomcasibom twittermuğla escortGrandpashabet betjojobettümbetpusulabetmatadorbetmeritkingxslot twitterxslot twitterxslotbetnanoSpinco