free page hit counter

Suku Baduy, Pesona Alam Warisan Nenek Moyang

Halo sobat damai! Kalian pernah mendengar tentang Suku Baduy? Ya, salah satu Suku yang masih memegang teguh nilai dan norma leluhurnya.

Gunung teu beunang dilebur, lebak teu beunang dirakrak. Buyut teu beunang dirobah, larangan aya di darat di cai. Gunung aya maungan, lebak aya badakan, lembur aya kokolota, leuwi aya buayaan.”

Pepatah tersebut memberi pesan pada kita bahwa alam merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan dengan manusia itu sendiri, sebab  manusia tak bisa hidup tanpa alam. Begitulah dengan kehidupan Suku Baduy yang jauh dari kata modern tetapi mampu mempertahankan keindonesiaan dengan mengamalkan nilai-nilai leluhur.

Suku Baduy tepatnya berada di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Baduy sendiri terbagi dalam dua wilayah yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar yang terdiri dari beberapa desa atau kampung. Tentunya mempunyai ciri khas masing-masing tetapi masih dalam lingkup yang sama.

Ciri khas yang paling mencolok antara Baduy Dalam dan Baduy Luar adalah dari penampilannya. Baduy Luar warna pakaiannya berwarna hitam, bukan hanya warna pakaian saja. Tetapi dari desain atau coraknya pun berbeda, karena Baduy Luar menunjukkan kehidupan mereka sudah modern.

Sedangkan Baduy Dalam ciri khas warna pakaiannya adalah berwarna putih polos dan bawahannya berwarna biru kehitaman. Selain itu, ciri khas Suku Baduy terlihat dari ikat kepala yang bisa disebut dengan lomar. Ciri khas lainnya, Suku Baduy Dalam tidak diperkenankan untuk menggunakan kendaraan kemanapun mereka pergi, harus berjalan kaki.

Mengenal Baduy Dalam Lebih Dekat

Baduy Dalam terdiri dari tiga kampung, yaitu Kampung Cibeo, Cikeusik, dan Cikartawana yang mempunyai 1.000 penduduk. Untuk sampai ke Baduy Dalam kita harus berjalan kaki dengan menempuh jarak 40 Kilometer dari Rangkasbitung. Selain itu, kita akan melewati beberapa perkampungan yang ada di Baduy Luar seperti Kampung Kaduketuk, Cikaju, Gajeboh, Kadukolot, Cisagu, kanohok dan lain sebagainya.

Diperjalanan menuju Baduy Dalam kita akan disuguhkan pemandangan yang indah dengan suasana yang sejuk. Dimana kita akan melewati sungai yang jernih dan bersih dari sampah. Pepohonan menjulang tinggi berwana hijau yang mampu memanjakan mata.

Kita juga akan melewati Tanjakan Tambayang atau yang sering disebut Tanjakan Cinta, yang merupakan salah satu perbatasan antara Baduy Luar dan Baduy Dalam. Saat memasuki Baduy Dalam, semua larangan berlaku. Salah satunya dilarang memainkan handphone atau pun mengambil foto.

Perlu diketahui, kenapa dinamakan dengan Tanjakan Cinta? Sebab, Tanjakan Cinta salah satu tanjakan yang terpanjang dan banyak para wisatawan yang cinta lokasi dan saling kasih semangat untuk sampai di atas.

Tetapi, kita harus berjalan kaki kembali sekitar 30 menit untuk sampai ke Baduy Dalam pertama yaitu Cibeo. Menyusuri jalan, kita akan melewati hutan yang masih terjaga kelestariannya, tanaman-tanaman yang tumbuh subur, sungai panjang yang mengalir pertanda Kampung Baduy Dalam Cibeo sudah dekat.

Sungai panjang yang mengalir di Baduy Dalam Cibeo salah satu sumber kehidupan tempat Baduy Dalam dan para wisatawan untuk mandi, mencuci alat-alat rumah tangga tanpa menggunakan sabun. Hal ini, salah satu larangan juga nih sobat, yang berkunjung kesini untuk menjaga nilai-nilai leluhurnya.

Baduy Dalam memang banyak larangannya, tetapi suasana perkampungannya sangat damai dan tenang. Bermalam di Baduy adalah pilihan yang tepat, sebab kita bisa mengenal lebih adat istiadat yang ada di Baduy Dalam.

Baduy Dalam tak pernah mengenyam pendidikan, tetapi mereka paham bagaimana memperlakukan tamu agar nyaman. Salah satunya, di malam hari tanpa penerangan dari listrik hanya mengadalkan lampu dari minyak tanah dan tungku yang menyala untuk membuat para tamunya hangat.

Tak lupa pula, mereka memasak makanan untuk para tamunya, dengan alat yang sederhana, minum dari gelas bambu, dan tidur dengan alas yang terbuat dari pandan. Kesederhanaan itu mampu membuat para tamunya lebih bersyukur dan memaknai setiap kehidupannya.

Gimana sobat? Sederhana banget yaa. Itulah cerita singkat tentang Baduy.

Penulis: Mira Komariah

0 comments on “Suku Baduy, Pesona Alam Warisan Nenek MoyangAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

hacklink al duşakabin fiyatları fethiye escort bayan escort - vip elit escort dizi film izle erotik film izle duşakabin hack forum marsbahis marsbahis marsbahisTaraftarium maç izlecasibombettiltzlibraryMatadorbetradabetxslotparibahisjojobetbetturkeyimajbetcasibomimajbetjojobetvbetextrabetmarsbahismarsbahis giriştumbetbets10casibommarsbahisExtrabetGüncel girişcasibom girişjojobetcasibomcasibomjojobetcasibomikimislibycasinoorisbetyouwin casinoholiganbetJojobetcasibombetvolebetparkjojobet girişmeritkinggalabetmarsbahisimajbetsekabetbetebetbetkanyonbelugabahisasyabahisbetkomsetrabetbahsegelbetistbetturkeymilanobetmaltcasinovevobahisBetkomGrandpashabet matadorbetgrandpashabetgrandpashabetgrandpashabetgrandpashabetgrandpashabetgrandpashabet twittergrandpashabetbetvole,betvole girişvbetmostbetorisbetbetcupbetpasbetparkbetexperextrabetmariobetceltabet