free page hit counter

PANJANG MULUD – SUKA CITA MASYARAKAT BANTEN

Penulis: Manapiah Anadiroh

Banten terkenal dengan ragam tradisi keagamaan terutama seni Debus, selain seni tersebut dikenal juga dengan tradisi Panjang Mulud. Tradisi ini masih terdengar asing bagi masyarakat di luar Banten. Tradisi Panjang Mulud dilaksanakan hanya pada bulan Rabiul Awal sebagai perayaan kelahiran Nabi Muhammad.

Kata Panjang memiliki arti ukuran tidak pendek atau tempat yang dihias berbagai rupa, umumnya telur hias untuk tempat makanan dan sembako sedangkan Mulud merupakan kata yang diucapkan oleh masyakat lokal Banten dari kata serapan Maulid. 

Hiasan ornamen Panjang Mulud pada awalnya adalah gunungan hasil pertanian dan kertas warna-warni menjuntai ramai, seiring berjalannya waktu masyarakat memilih hiasan Panjang Mulud terbuat dari uang kertas asli, dan lebih beragam jenis panganan maupun barang lainnya disusun dengan menyesuaikan bentuk Panjang Mulud, seperti bentuk kapal, tajug, kubah, dan sebagainya. Bahkan di kawasan kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang Panjang Mulud berbentuk Golok Ciomas berukuran besar sebagai ciri khas tradisi daerah setempat. 

Panjang Mulud yang telah usai dihias akan dikeluarkan dari satu titik tempat (meeting point) seperti Mushola atau Masjid untuk siap diarak keliling kampung. Sebelum diarak dan keliling kampung masyarakat setempat mengadakan doa bersama terlebih dahulu di mushola atau masjid tersebut, pemanjatan doa dipimpin oleh tokoh masyarakat atau sesepuh setempat. Doa usai dipanjatkan, masyarakat setempat mengarak Panjang Mulud diramaikan dari seluruh elemen masyarakat mulai dari anak-anak sampai orang tua ikut andil memeriahkan perayaan Maulid Nabi.

Mereka yang mengikuti arak-arakan Panjang Mulud menaruh harapan dapat mendapat berkah dari Panjang Mulud yang disedekahkan. Arak-arakan membentang panjang ini menjadi daya tarik dan keunikan tersendiri. Semua elemen masyarakat bersuka cita dan bergembira dalam perayaan kelahiran Nabi Muhammad sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta ini (rahmatan lil alamin).

Tradisi Panjang Mulud ini memberikan pesan moral bagi kita maupun masyarakat pada umumnya sebagai interpretasi komunikasi makhluk dengan Tuhannya (ranah keimanan), gotong-royong tanpa melihat kasta maupun latar belakang perorangan maupun kelompok, dan menjaga persaudaraan (ukhuwah) sehingga mampu menciptakan perdamaian dan harmoni dalam tatanan masyarakat, tanpa adanya konflik dalam pemahaman beragama.

0 comments on “PANJANG MULUD – SUKA CITA MASYARAKAT BANTENAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

hacklink al hd film izle duşakabin fiyatları fethiye escort bayan escort - vip elit escort dizi film izle erotik film izle erotik film izle deneme bonusu duşakabin duşakabin temizliği hack forum perabet türk ifşa marsbahis betkom BetmatikSahabetmarsbahisTaraftarium maç izlemariobetholiganbetBetticketbetist girişbets10casibomslot sitelericasibomcasibom girişcasibomcasibom twittercasibomcasibomsahabetgrandpashabetimajbetMostbet Türkiyebettiltsahabetfavorisensetrabetnakitbahisbetturkey girişholiganbet girişcasibomcasibom