LITERASI SEBAGAI STRATEGI MENJAGA BUDAYA AGAR TETAP LESTARI

Halo sobat damai sekalian! Semoga kita semua selalu diberikan senyuman dalam menjalani hari-hari yang penuh tantangan!

Berbicara era saat ini, tentunya pola hidup masyarakat dalam dunia digital tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita. Peralihan pola hidup masyarakat berputar tajam 360 derajat, di mana saat ini semuanya beralih menjadi sesuatu yang sangat instan, cepat, mudah dan tanpa batasan jarak tentunya.

Termasuk dalam hal literasi, ya literasi digital tepatnya.

Literasi jika kita tinjau dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki beberapa arti, diantaranya: Kemampuan menulis dan membaca, pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu serta kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup.

Dari perpektif tersebut tentu, literasi menjadi suatu yang sangat penting yang harus diterapkan dan dimiliki oleh setiap individu. Semakin banyak informasi yang didapat, semakin banyak pengetahuan yang dapat kita bagikan dan terapkan dalam berbagai macam lini kehidupan.

Saat ini sobat damai sekalian setiap hari menerapkan dan mendapatkan literasi dengan sangat mudahnya di dunia digital. Informasi positif ataupun negatif, informasi yang benar dan salah bahkan tabu juga sama banyaknya mengudara di angkasa dunia maya. Itulah kenapa dalam hal literasi digital slogan Saring sebelum Sharing selalu dikampanyekan, oleh karenanya menjadi ujung tombak bahwa informasi yang didapatkan harus baik dan benar.

Wah ternyata terlalu asik membahas literasi digital nih sobat damai sekalian..

Lalu apa korelasinya literasi dengan budaya? Dan kenapa dengan literasi kita bisa melestarikan budaya?

Perlu saya sampaikan sobat, ini subjektifitas penulis tentunya. Jika kita melihat tujuan dan manfaat dari literasi salah satunya adalah dapat menambah wawasan juga critical thingking terhadap informasi yang didapatkan. Semakin banyak kita membaca, mencari, menulis, berbicara dan mengeksplorasi budaya baik lewat tulisan ataupun observasi langsung tentunya akan semakin membuat khasanah kecintaan kita terhadap bangsa dan budaya semakin meningkat.

Dalam keadaan pandemi seperti saat ini, kita sering kali berselancar di jejaring maya mencari apa yang kita suka dan membuat kita terhibur. Sesekali cobalah tonton video beberapa kebudayaan Indonesia, masyarakat adatnya, makanannya bahkan lagu-lagunya, hal tersebut dapat memicu kita lebih mencintai tanah kelahiran kita ini.

Bagi saya yang sudah merasakan, saya ingin berbagi hal ini lewat tulisan, saya tidak membahas banyak hal mengenai keberagaman budaya Indonesia di tulisan ini. Saya hanya ingin membagikan bahwa Indonesia sangat indah, dan tidak akan pernah habis untuk kita pandangi setiap hari, bahkan untuk kita tulis beribu-ribu halaman.

Kalau orang asing saja bisa mencintai budaya dan masyarakat Indonesia dengan cara mereka, bahkan mengabadikan dan membagikan lewat video dan tulisan, kenapa kita sebagai pemuda dan bagian dari darahnya tidak bisa?

Ayo sobat damai sekalian, kita perbanyak literasi kita baik digital maupun manual tentang Negara kita, bangsa kita, Bahasa kita, budaya kita….. Indonesia…

Semoga bermanfaat dan semoga saya bisa melihat apa yang teman-teman bagikan tentang surga kita Indonesia…

0 comments on “LITERASI SEBAGAI STRATEGI MENJAGA BUDAYA AGAR TETAP LESTARIAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *