17 Ramadan Malam Diturunkannya Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertamanya ketika sedang berdiam diri di Gua Hira pada malam 17 Ramadan – 13 tahun sebelum Hijriyyah. Malam itu disebut sebagai malam Nuzulul Qur’an, yakni malam diturunkannya Al-Qur’an.

Pada malam itu Allah menurunkan wahyu pertama yang berupa peritah untuk membaca melalui surat Al-‘Alaq ayat 1-5. Nabi Muhammad bergetar, ketakutan dan tidak paham ketika Malaikat Jibril berkata “Iqro !” (Bacalah), sebab Nabi Muhammad tidak bisa membaca. Nabi Muhammad menjawab Malaikat Jibri “Maa anaa bi qori” (saya tidak bisa membaca). Hingga yang ketiga kalinya Malaikat Jibril membacakan surat Al-‘Alaq 1-5 yang berbunyi:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ () عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ (5)

Artinya :

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan (1) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2) Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah (3) yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (4) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (5)”. (QS. Al-‘Alaq [ 96 ] : 1-5)

 

Pada malam itu juga Nabi Muhammad diangkat sebagai Khatamul Anbiya (penutup para Nabi) dan ditugaskan untuk menyampaikan ajaran Allah kepada umat manusia. Setelah itu Al-Qur’an yang berisi 30 juz 114 surat dan sekitar 6666 ayat tersebut diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Wahyu terakhir yang turun kepada Nabi Muhammad adalah surat Al-Maidah ayat 3 yang diturunkan ketika Nabi Mummahad sedang menunaikan haji wada’.

Hikmah diturunkannya Al-Qur’an Secara Berangsur-angsur

Allah SWT menurunkan Al-Qur’an secara berangsur-angsur bukan tanpa alasan. Ada beberapa hikmah yang dari diturunkannyaAl-Qur’an secara berangsur-angsur, diantaranya:

  1. Agar perintah dan larangannya lebih mudah dimengerti dan dilaksanakan dalam kehidupan.
  2. Turunnya ayat Al-Qur’an berangsur-angsur sesuai dengan peristiwa yang terjadi memberikan kesan sehingga asbabun-nuzul (sebab diturunkannya) ayat tersebut lebih mudah untuk diingat.
  3. Diantara ayat-ayat itu ada yang merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ataupun penolakan terhadap ajaran agama Allah.
  4. Diturunkannya secara berangsur-angsur memudahkan para penghapal untuk menghapal Al-Qur’an.

 

0 comments on “17 Ramadan Malam Diturunkannya Al-Qur’anAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *