Relawan Perdamaian

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 5 Desember sebagai Hari Relawan Internasional. Peringatan ini merupakan suatu bentuk apreasiasi PBB atas partisipasi dan kontribusi besar yang diberikan oleh para relawan di seluruh dunia. Baik relawan yang bersifat individu maupun kelompok-kelompok yang tergabung dalam sebuah komunitas, organisasi ataupun kelembagaan. Di Indonesia sendiri sudah sangat banyak sekali komunitas atau lembaga kerelawanan baik relawan kemanusiaan, hukum, sosial, pendidikan, perdamaian dan sebagainya.
Duta Damai Regional Banten merupakan salah satu komunitas perdamaian dari sekian banyak komunitas perdamaian yang ada di Indonesia. Duta Damai Regional Banten sendiri dikukuhkan oleh Pusat Media Damai (PMD) Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) pada 25 April 2018 di Kota Tangerang.
Duta Damai Regional Banten sendiri menggiati kampanye damai di dunia maya dengan membanjiri dunia maya dengan konten-konten positif sebagai upaya kontra propoganda yang provokatif. Tidak dapat disangkal bahwa dunia maya kita saat ini sudah sangat kebanjiran konten-konten negatif yang bukan hanya merusak diri sendiri tetapi juga berpotensi meretakkan hubungan dalam berbangsa dan bernegara. Duta Damai Regional Banten hadir untuk menghadirkan narasi-narasi persatuan dan mengedukasi dengan bahasa-bahasa yang mudah dipahami anak muda agar tidak mudah termakan hoax dan propoganda kelompok radikal.
Kita tidak dapat menyangkal bahwa keterlibatan masyarakat khususnya anak muda dalam kelompok radikal banyak dipengaruhi oleh konten-konten propoganda dengan berbagai macam janji manisnya yang banyak tersebar di sosial media.
Selain aktif melakukan kontra narasi di dunia maya, relawan perdamaian Duta Damai Regional Banten juga aktif mengkampanyekan perdamaian di dunia nyata. Kampanye perdamaian yang dilakukan oleh Duta Damai Regional Banten lebih sering mentargetkan anak-anak sekolah yang tidak dapat dipungkiri sedang aktif-aktifnya bermain sosial media, masih terbilang labil, sedang mencari jati diri dan mudah terseret arus. Pencegahan dengan memberikan pemahaman pentingnya saring sebelum sharing, tentang perbedaan, persatuan, keindonesiaan serta pentingnya mempelajari agama secara mendalam diharapkan mampu membentengi generasi muda dari hoax dan paparan radikalisme.

0 comments on “Relawan PerdamaianAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *