Membentengi Diri dengan Indoktrinasi Radikalisme

Aksi teror bom bunuh diri terjadi lagi. Kali ini ledakan bom bunuh diri terjadi di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11), pukul 08.45 WIB. Pelaku diketahui berinisial RMN dan merupakan seorang mahasiswa yang berusia 24 tahun. Sebelum melakukan aksinya, pelaku sempat melalui dua kali pemeriksaan polisi dan menerobos masuk ke Mapolrestabes yang saat itu sedang ramai didatangi warga yang hendak mengurus SKCK.
Aksi yang dilakukan RMN menambah rentetan kejadian aksi teror bom yang dilakukan oleh oleh anak muda di usia produktif. Hal ini menunjukkan bahwa indoktrinasi radikalisme masih sangat rentan menyerang usai produktif yang sedang mencari jati diri.
Indoktrinasi radikalisme pada anak muda yang sedang gencar dilakukan oleh kelompok radikal adalah sebuah fakta yang tidak bisa dipungkiri. Bangsa kita butuh kerja nyata untuk mencegah indoktrinasi radikalisme agar tidak semakin menyebar dan memakan banyak korban.
Sayangnya, terkadang banyak dari masyarakat kita yang menganggap remeh persoalan ini sehingga isu-isu radikalisme, ekstremisme dan terorisme sering kali dianggap tidak penting dan cenderung mengada-ada hanya untuk menakut-nakuti masyarakat. Bahkan yang paling ektreme, isu ini sering dianggap memojokkan salah satu agama. Padahal faktanya di lapangan indoktrinasi radikalisme sudah memakan banyak korban, baik korban doktrinasi radikalisme maupun korban dari tindakan radikal terorisme.
Kita tentu sepakat bahwa tindakan teror bukan ajaran dari agama manapun. Namun kita tidak dapat menyangkal bahwa beberapa kelompok radikal teror berlindung di bawah nama agama, selain untuk mendoktrin saat merekrut juga untuk mengambil hati masyarakat awam ketika mereka dipojokkan. Sehingga ketika mereka terpojokkan maka akan menimbulkan kesan bahwa agama tertentu sedang dipojokkan.
Maka dari itu penting bagi kita untuk memahai ajaran secara kaffah, paling tidak untuk membentengi diri sendiri dan orang-orang terdekat dari doktrin-doktrin kelompok radikal. Sebab di era yang serba canggih ini, pergerakan kelompok radikal semakin merajalela sehingga membutuhkan kewaspadaan yang ekstra.
Tidak sedikit anak muda yang sudah menjadi korban indoktrinasi radikalisme dari internet. Dari mulai yang baru berpikir radikal, lalu ada yang berani melakukan tindakan teror hingga ada yang dengan suka rela berangkat ke wilayah ISIS sebab diberikan banyak janji manis.
Maka sudah sepatutnya kita untuk menyaring informasi-informasi yang kita terima dan membentengi diri dengan mempelajari agama secara mendalam dengan ahlinya. Sebab pada dasarnya tidak ada agama apapun yang mengajarkan kekerasan apalagi sampai pada pembunuhan hanya karna perbedaan. Kalaupun kita bukan saudara dalam keimanan, setidaknya setiap manusia adalah saudara dalam kemanusiaan.
Setiap dari kita adalah generasi penerus bangsa. Maka dari itu kita perlu mengambil andil dalam merawat dan menjaganya dengan cinta.

0 comments on “Membentengi Diri dengan Indoktrinasi RadikalismeAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *