free page hit counter

Cegah Perpecahan Bangsa Mulai dari Cerdas di Sosial Media

Smartphone saat ini sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia terutama bagi para millennial. Sejak kemunculannya beberapa tahun terakhir smartphone menjadi barang yang hampir tidak pernah lepas dari kehidupan. Terlebih semakin hari produsen smartphone semakin berinovasi untuk menciptakan fitur-fitur baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Ditunjang dengan semakin cepatnya jaringan internet, smartphone semakin menjadi candu bagi penggunanya. Semua menjadi praktis hanya dalam satu genggaman. Akses informasi, komunikasi, hingga berbelanja kebutuhan hidup kini bisa didapatkan dengan satu perangkat saja.

Sayangnya kecanggihan dan tingginya penggunaan smartphone tidak selalu dibarengi dengan tingginya keinginan untuk memperkaya literasi sehingga ini bukan hanya menjadi keuntungan para produsen smartphone, provider dan pendiri start up, tetapi juga dimanfaatkan dan menjadi keuntungan yang sangat besar bagi kelompok radikal dan kelompok kepentingan lainnya untuk memecahbelah bangsa melalui sosial media.

Permasalahan sosial, politik dan ekonomi sering kali menjadi bahan “gorengan” utama para kelompok radikal untuk memancing tensi netizen pada situasi tertentu. Meski kita sepakat bahwa kelompok radikal bukan bagian dari agama manapun, namun pada nyatanya berjualan agama di negara yang menganut “Ketuhanan yang Maha Esa” ini sangat laris dan banyak peminatnya.

Minimnya pemahaman agama dan keengganan untuk membaca dan mempelajari agama pada ahlinya membuat banyak netizen mudah terpancing dengan propoganda ayat cocokologi belaka. Kelompok radikal sering kali menggunakan potongan ayat yang sebenarnya jika kita pelajari lebih dalam tidak sama sekali berhubungan dengan situasi yang sedang hangat diperbincangkan. Sering kali akhirnya tindakan kekerasanpun mereka benarkan dengan dalih menyelamatkan agama dan bangsa. Hingga pada akhirnya apapun permasalahannya, bagi mereka khilafah lah solusinya. Padahal dalam Al-Qur’an sendiri tidak ada konsep baku tentang sistem pemerintahan.

Hal-hal ini yang akhirnya membuat orang-orang yang berupaya untuk meluruskan informasi, memberi pemahaman dari sudut pandang lain,  bahkan yang mencoba untuk netral dianggap liberal, antek dan sejenisnya. Propoganda seperti ini yang akhirnya memecah belah dan menjadi tembok tinggi menyekat yang memisahkan bangsa Indonesia menjadi golongan A, B dan lainnya.

Padahal kita tentu sama-sama sepakat bahwa tidak ada satu agama pun yang mengajarkan perpecahan, tidak satupun yang mengajarkan bahwa yang berbeda dari mereka harus dianggap musuh. Perbedaan adalah sebuah keniscayaan yang memang sengaja Tuhan ciptakan.

Cepatnya arus informasi membuat propoganda di sosial media cukup sulit dikendalikan. Konten-konten penuh kebencian, propoganda hingga berita bohong tidak pernah berhenti di semua platform sosial media. Tidak dapat disangkal bahwa terkadang sekali dua kali kita juga terpancing emosi melihat berita-berita provokatif seperti ini.

Namun smartphone dan segala kecanggihannya diciptakan bukan semata-mata untuk bisa berkomunikasi sambil rebahan tetapi juga untuk  mendorong kita sdengan terpaksa atau tidak untuk menambah wawasan. Konten-konten negatif bisa menjadi hal positif jika kita menggunakan kecanggihan smartphone dengan baik.

Sebagai millennial kita tentu tidak boleh gampang percaya dengan segala macam informasi yang tersedia di sosial media. Mesin pencarian digital memudahkan kita untuk mencari informasi serupa dari sumber yang berbeda untuk memastikan apakah informasi tersebut valid atau tidak, serta membiasakan menahan diri untuk tidak terpancing propoganda yang kita tidak ketahui duduk perkaranya.

Memperkaya literasi, mengikuti forum diskusi ilmiah dan belajar mencermati setiap situasi merupakan hal yang perlu dilakukan generasi penerus bangsa di era ini. “Gorengan” isu yang banyak beredar saat ini seharusnya tidak membuat kita terpancing emosi, namun menjadikan kita lebih rajin lagi untuk meng-upgrade pengetahuan agar tidak mudah terprovokasi. Banyak hal yang bisa kita pelajari, banyak ilmu yang bisa kita gali, banyak ruang untuk terus meng-upgrade kualitas diri.

Smartphone menguntungkan kita dengan segala kemudahannya, namun jangan sampai kita lengah hingga kita lupa bahayanya. Tidak semua yang ada di sosial media bisa dipercaya, yuk sama-sama jadi smart netizen yang selalu membiasakan diri mencari tahu kebenaran suatu berita sebelum percaya dan menyebarkannya demi menjaga kenyamanan di dunia maya dan tidak menimbulkan perpecahan di dunia nyata.

Penulis : Annisa Fathia Hana

Gambar : Pixabay

0 comments on “Cegah Perpecahan Bangsa Mulai dari Cerdas di Sosial MediaAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

hacklink al duşakabin fiyatları fethiye escort bayan escort - vip elit escort dizi film izle erotik film izle duşakabin hack forum marsbahis marsbahis marsbahisTaraftarium maç izlecasibombettiltzlibraryMatadorbetradabetxslotparibahisjojobetbetturkeyimajbetcasibomimajbetjojobetvbetextrabetmarsbahismarsbahis giriştumbetbets10casibommarsbahisExtrabetGüncel girişcasibom girişjojobetcasibomcasibomjojobetcasibomikimislibycasinoorisbetyouwin casinoholiganbetJojobetcasibombetvolebetparkjojobet girişmeritkinggalabetholiganbetimajbetsekabetbetebetbetkanyonbelugabahisasyabahisbetkomsetrabetbahsegelbetistbetturkeymilanobetmaltcasinovevobahisBetkomGrandpashabet matadorbetgrandpashabetgrandpashabetgrandpashabetgrandpashabetgrandpashabetgrandpashabet twittergrandpashabetbetvole,betvole girişvbetmostbetorisbetbetcupbetpasbetparkbetexperextrabetmariobetGrandpashabet