Sejarah PMI

Hai Sobat Damai!

Memasuki bulan baru, kita bakal bahas hal yang baru juga, nih! Kali ini Dumai Bantan akan membahas mengenai sejarah Palang Merah Indonesia.

Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak di bidang kemanusiaan. Dalam pelaksanaannya, PMI tidak pernah membeda-bedakan korban dan tetap mengutamakan korban yang paling membutuhkan bantuan untuk diselamatkan. Palang Merah juga ada di setiap negara di dunia loh, Sobat. Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional didedikasikan untuk mencegah dan meringankan penderitaan manusia dalam perang dan dalam keadaan darurat lain seperti epidemi, banjir dan gempa bumi. Di Indonesia sendiri, PMI tersebar di lebih dari 30 Daerah Propinsi dan 323 cabang di daerah serta dukungan operasional 165 unit Transfusi Darah di seluruh Indonesia.

Dalam melaksanakan aksi-aksi kemanusiaannya, PMI selalu memegang teguh tujuh Prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yaitu Kemanusiaan, Kesamaan, Kesukarelaan, Kemandirian, Kesatuan, Kenetralan, dan Kesemestaan. Untuk mempersiapkan jiwa-jiwa kemanusiaan, PMI membentuk organisasi binaan khusus yang disebut PMR alias Palang Merah Remaja.

Hayooo, siapa nih yang di sekolah menjadi anggota PMR?

Palang Merah Remaja atau PMR adalah suatu organisasi binaan dari Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah ataupun kelompok-kelompok masyarakat (sanggar, kelompok belajar, dll.) yang bertujuan membangun dan mengembangkan karakter Kepalangmerahan agar siap menjadi Relawan PMI pada masa depan.

Nah, untuk menjadi organisasi kemanusiaan yang keren seperti sekarang, perjalanan PMI di Indonesia tidak mudah, loh. Berikut ini adalah perjalanan sejarah Palang Merah di Indonesia.

Tahun 1873

Palang Merah di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak masa sebelum Perang Dunia Ke-II. Saat itu, tepatnya pada tanggal 21 Oktober 1873 Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Het Nederland-Indiche Rode Kruis (NIRK) yang kemudian diubah menjadi Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai). Sayangnya, Nerkai resmi dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.

Tahun 1932 dan 1940

Pada 1932, timbul semangat untuk mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) yang dipelopori oleh dr. RCL. Senduk dan Bahder Djohan. Rencana tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia. Kemudian, proposal pendirian pun diajukan pada kongres NERKAI (1940), namun ditolak mentah-mentah! Seperti tak kenal menyerah, saat pendudukan Jepang, mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk kedua kalinya.

3 September 1945

Tujuh belas hari setelah proklamasi kemerdekaan, yaitu pada tanggal 3 September 1945, Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Ini untuk menunjukan kepada dunia internasional bahwa keberadaan negara Indonesia adalah suatu fakta nyata setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

5 September 1945

Atas perintah Presiden, maka Dr. Buntaran yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia Kabinet I, pada tanggal 5 September 1945 membentuk Panitia 5 yang terdiri dari: dr R. Mochtar (Ketua), dr. Bahder Djohan (Penulis), dan dr Djuhana, dr Marzuki, dr. Sitanala (anggota). Panitia ini bertujuan untuk mempersiapkan pembentukan Palang Merah di Indonesia

17 September 1945

Tepat pada17 September 1945 terbentuklah Pengurus Besar Palang Merah Indonesia (PMI) dengan ketua pertama, Drs. Mohammad Hatta yang kemudian merintis kegiatannya melalui bantuan korban perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang.

Tahun 1950 dan 1963

PMI terus melakukan pemberian bantuan hingga akhirnya Pemerintah Republik Indonesia Serikat mengeluarkan Keppres No. 25 tanggal 16 Januari 1950, dan dikuatkan dengan Keppres No. 246 tanggal 29 November 1963. Pemerintah Indonesia mengakui keberadaan PMI. Adapun tugas utama PMI berdasarkan Keppres RIS No. 25 tahun 1950 dan Keppres RI No. 246 tahun 1963 adalah untuk memberikan bantuan pertama pada korban bencana alam dan korban perang sesuai dengan isi Konvensi Jenewa 1949.

Secara Internasional, keberadaan PMI diakui oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada 15 Juni 1950. Setelah itu, PMI diterima menjadi anggota Perhimpunan Nasional ke-68 oleh Liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Liga) yang sekarang disebut Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) pada Oktober 1950.

Tahun 2018

Pada tahun ini PMI disahkan sebagai organisasi yang berstatus badan hukum lewat undang-undang nomor 1 tahun 2018 tentang kepalangmerahan. Tujuan PMI adalah mencegah dan meringankan penderitaan dan melindungi korban tawanan perang dan bencana, tanpa membedakan agama, bangsa, suku bangsa, warna kulit, jenis kelamin, golongan, dan pandangan politik.

Dan hingga sekarang, PMI sudah memiliki lebih dari 1 juta relawan yang siap menolong sesama. Gimana, tertarik bergabung, Sobat?

Penulis: Putri Syahrani A

0 comments on “Sejarah PMIAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Hai Sobat Damai ?