Pilihan Menjadi Manusia Bermanfaat Ditengah Pandemi Covid-19

Baru-baru ini kita melihat viralnya salah satu Youtuber yang membuat video tidak berperikemanusiaan hanya untuk sebuah konten. Konten yang diunggah oleh Ferdian Paleka Cs di laman Youtubenya ini, membuat kecaman dari berbagai pihak. Pasalnya, isi dari video itu merupakan prank toge busuk dan sampah berkedok bantuan sosial yang diberikan kepada sejumlah waria di kawasan Jalan Ibrahim Adjie Kota Bandung.

Video dengan durasi 3 menit itu dirasa tidak berperikemanusiaan ditengah pandemi Covid-19. Dalam video yang sudah tayang diYoutube dan telah dihapus itu, Ferdian CS terlihat memasukan sampah kedalam dus yang akan dijadikan prank. Kemudian mereka menyusuri Jalan Ibrahim Adjie untuk menemukkan target prank. Dan menemukan sejumlah waria yang sedang bekerja dipinggiran jalan tersebut. Kemudian diberikanlah dus berisi sampah tersebut kepada para waria yang ditemui.

Miris, tak ada rasa lucu dan keinginan untuk tertawa terbahak-bahak setelah melihat video tersebut, terlebih ditengah pandemi corona yang seharusnya memunculkan rasa saling tolong menolong dan membantu sesama. Setuju rasanya bila apa yang dilakukan para korban untuk memolisikan Ferdian Cs adalah keputusan yang terbaik.

Membaca apa yang dirasakan oleh korban prank sungguh menyayat hati saya sebagai manusia. Dikutip dalam laman vivanews.com “dianggap sampah, tadinya berharap dikasih mie. Padahal saya mau cuma buat besok makan. Saya sadar saat ini, tapi kalau saya tidak cari makan dari siapa” dalam keadaan menangis korban melapor tentang apa yang dirasakan. Tak tega rasanya mereka yang terpaksa bekerja hanya untung sesuap nasi, harus merasakan tindakan tidak berperikemanusiaan demi sebuah konten.

Melihat kejadian tersebut, sayapun berpendapat bahwa ditengah pandemi ini tak semua manusia paham nilai dari berbagi, membantu, dan merasakan susahnya mereka yang sedang dalam kesusahan. Bila kita merasa mereka adalah saudara kita tanpa melihat latarbelakang, suku,budaya, etnik dan status sosial mungkin kejadian seperti itu tidak akan dirasakan oleh siapapun. Dan tidak pantas dirasakan oleh manusia manapun.

Padahal kita sangat bisa bermanfaat bagi orang lain. Berbagi kepada mereka yang membutuhkan akan menjadi ladang pahala bagi kita dibula suci ramdhan dan khususnya senyum bagi mereka yang menerima bantuan.

Ditengah pandemi ini sesungguhnya kita diberikan pilihan kawan.. Menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain dengan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Atau menjadi manusia yang menutup meta, telinga bahkan hati untuk sebuah nilai kemanusiaan.

Saya rasa selain permasalah Covid-19 ini kita juga harus memberikan perhatian kita pada kasus kelaparan yang mungkin sedang menimpa masyarakat disekitar kita, akibat kehilangan penghasilan ditengah pandemi. Tak mau bukan bila ditengah pandemi ini terdapat korban kehilangan nyawa akibat kelaparan?

Yuk kita tentukan pilihan kita akan menjadi manusia seperti apa ditengah pandemi corona ini.

Salam damai! #dirumahaja

0 comments on “Pilihan Menjadi Manusia Bermanfaat Ditengah Pandemi Covid-19Add yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?