Damai Itu Mahal ! Tetapi Layak Diperjuangkan !

Hiasan lampu dengan berbagai macam warna serta pernak-pernik sudah mulai memadati kota-kota besar yang ada di Indonesia. Fenomena ini merupakan sebuah tanda bahwa hari Natal telah tiba. Natal merupakan hari besar bagi seluruh umat Kristiani yang ada di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Walaupun Indonesia mayoritas masyarkatnya beragama muslim tetapi momen natal di negara ini tetap menjadi suatu hal yang ditunggu-tunggu. Ada satu hal menarik yang selalu terjadi ketika momen perayaan Natal di Indonesia, yaitu terkait fenomena apakah seorang muslim boleh mengucapkan “Selamat Natal” kepada temannya yang beragama Kristen. Bahkan tidak jarang fenomena ini sering mendatangkan sebuah konflik yang cukup serius jika tidak disikapi dengan bijaksana.
Pada dasarnya setiap kita diberikan kebebasan untuk memilih hal mana yang harus kita percayai dan yang tidak, semua tergantung dari bagaimana cara kita memandang. Pada momen Natal misalnya, ada seorang muslim yang ingin mengucapkan “Selamat Natal” kepada temannya yang beragama Kristen sebagai bentuk saling menghargai antar satu dengan yang lain. Namun, temannya yang sesama muslim malah menyebutnya dengan sebutan “kafir” karena sudah mengucapkan “Selamat Natal”. Begitupun sebaliknya, seseorang muslim yang memilih untuk tidak mengucapkan “Selamat Natal” karena dia memiliki kepercayaan bahwa itu dilarang oleh agamanya justru malah dibilang tidak bisa menghargai dan tidak memiliki sikap toleransi padahal belum tentu demikian. Perbedaan pandangan semacam ini sebenarnya wajar saja terjadi, namun yang disayangkan adalah sikap serta respons kita yang terkadang memunculkan sebuah konflik. Hal-hal seperti ini dapat diminimalisir dengan cara yang sederhana yaitu dengan menghargai setiap pilihan yang diambil dan tidak memaksakan kehendak diri sendiri. Pada dasarnya kedamaian itu perlu diperjuangkan karena tidak murah harganya. Oleh sebab itu ketika kita bisa memperjuangkan kedamaian dari hal-hal kecil seperti contoh diatas, kita sudah menjadi bagian dari masyrakat yang bijaksana dan tentunya sebagai pembawa kedamaian. Kedamaian datang dari mereka yang rela mengalahkan egonya demi kepentingan orang lain, tetapi daripada semua itu kedamaian yang sejati hanya berasal dari Allah Sang Pencipta. Satu hal lagi yang perlu kita ingat, untuk sesuatu yang mahal ada harga yang harus dibayar begitu juga dengan kedamaian. Salam Damai!

Penulis: Puji

0 comments on “Damai Itu Mahal ! Tetapi Layak Diperjuangkan !Add yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?