MEMPERINGATI HARI KEANEKARAGAMAN HAYATI INTERNASIONAL 2022

Hari Keanekaragaman Hayati Internasional atau Biodiversity Day kembali diperingati setiap 22 Mei. Melansir dari Genewa Environment Network, Sekretariat Konvensi Keanekaragaman Hayati menyatakan bahwa tema Hari Keanekaragaman Hayati Internasional tahun 2022 adalah  “Membangun masa depan bersama untuk semua kehidupan.” Tema ini digagas dengan harapan dapat terus membangun momentum dan dukungan bagi  kerangka keanekaragaman hayati global.

Dalam buku “Keanekaragaman Hayati dan Klasifikasi Makhluk Hidup” (2018) karya Bima Prakoso diketahui bahwa keanekaragaman hayati merupakan istilah untuk menunjukkan keberagaman seluruh makhluk hidup yang menyatakana danya tingkat variasi sumber daya alam hayati dari suatu ekosistem bioma, spesies maupun gen dalam wilayah tertentu. Istilah keanekaragaman hayati pertama kali digunakan oleh ilmuan satwa liar dan pelestari bernama Raymond F. Dasmann pada tahun 1994.

Keanekaragaman hayati terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu tingkat gen, jenis dan ekosistem. Keanekargaman hayati tingkat gen (genetik) merupakan perbedaan dari tiap gen yang terdapat dalam satu spesies makhluk hidup. Keanekaragaman hayati tingkat jenis atau spesies merupakan keberagaman suatu kelompok atau populasi makhluk hidup dalam suatu ekosistem atau daerah tertentu. Berikutnya, keanekaragaman hayati tingkat ekosistem terbentuk oleh adanya berbagai kelompok spesies yang mampu menyesuaikan diri dengan suatu lingkungannya, kemudian mereka saling mempengaruhi antara spesies satu dengan spesies lainnya dan juga antara spesies dengan lingkungan abiotic tempat hidup, seperti air, suhu, udara, tanah, cahyaa mahari dan kelembaban.

Indonesia sebagai negara dengan curah hujan tinggi (tropis) memiliki keanekaragaman hayati (baik flora maupun fauna) yang cukup tinggi dibandingkan dengan daerah yang beriklim sedang (subtropic) dan beriklim kutub. Adapun manfaat keanekaragaman hayati di antaranya yaitu:

1. Sumber Pangan

Beberapa sumber makanan dan minuman yang diperoleh dari keanekaragaman hayati yaitu sumber karbohidrat (padi, jagung, gandum, sagu, umbi, singkong, talas), sumber protein (ikan, ayam, sapi, kambing, udang), sayur-sayuran (bayam, kangkong, kubis, sawi, tomat, wortel, buncis), buah-buahan (jambu, rambutan, kelengkeng, pisang, apel, anggur), minuman (susu sapi, air kelapa).

2. Sumber Sandang

Sandang atau pakaian merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang dapat dibuat serat yang berasal dari berbagai jenis hewan maupun tumbuhan seperti kapas, pisang abaka, ulat sutera, biri-biri dan lain-lain.

3. Sumber Papan

Hadirnya keanekaragaman hayati juga bermanfaat untuk membangun tempat tinggal. Dalam membangun rumah umumnya digunakan kayu atau bambu, tanaman yang biasa dimanfaatkan yaitu kelapa, jati, meranti, nangka, kayu ulin, bamboo, rasamala, dan gebang.

4. Sebagai Bahan Kosmetik dan Obat-obatan

Manfaat lain dari adanya keanekaragaman hayati yaitu sebagai bahan pembuat kosmetik. Misalnya untuk bahan pelumas atau penghitam rambut dari urang-aring, pandan, minyak kelapa, mangkohan dan lidah buaya. Untuk bahan wewangian bisa didapat dari bunga mawar, kayu cendana, kemuning, bunga melati, bunga kenanga, dan sebagainya.

5. Sebagai Aspek Budaya

Di daerah toraja misalnya, upacara kematian menggunakan berbagai jenis tumbuhan yang dianggap mempunyai nilai magis tinggi pada saat memandikan jenazah yaitu limau, pisang, daun kelapa maupun rempah-rempah. Umat muslim menggunakan kerbau, sapi dan kambing sebagai hewan yang dikurbankan pada saat Hari Raya Idul Adha. Sedangkan Umat Nasrani menggunakan pohon cemara untuk perayaan natal.

Referensi:

Prakoso Bimo, (2018) Keanekaragaman Hayati dan Klasifikasi Makhluk Hidup. Yogyakarta: Sentra Edukasi Media

Penulis: Siska Irma Diana

0 comments on “MEMPERINGATI HARI KEANEKARAGAMAN HAYATI INTERNASIONAL 2022Add yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.