Menilik Sejarah Hari Buruh, Peringatan 1 Mei

Tanggal 1 Mei 2021, tepatnya pada hari Sabtu akan ada peringatan Hari Buruh Sedunia atau biasa dikenal dengan sebutan May Day. Peringatan hari buruh sedunia setiap tahunnya selalu diperingati oleh gerakan buruh di dunia.  Hari buruh sedunia atau dikenal dengan May Day ini untuk merayakan hak-hak buruh dan perjuangan kaum buruh di dunia yang berhasil mempersingkat jam kerja menjadi 8 jam.

Sejarah adanya Hari Buruh ini bermula dari persoalan buruh yang sudah terjadi pada awal abad ke-19 saat keadaan kaum buruh di Eropa Barat memprihatinkan. Kemajuan industri secara pesat telah menimbulkan keadaan sosial yang sangat merugikan kaum buruh. Misalnya jam kerja yang panjang yakni mencapai 19-20 jam perhari, minimnya upah, kondisi pekerjaan tidak sehat dan membahayakan. Perkara tersebutlah yang berujung pada perlawanan kelas pekerja kala itu.

Kala itu, tuntutan utama para pekerja yakni waktu kerja yang lebih manusia yaitu 8 jam. Delapan jam ini berdasarkan pembagian 8 jam kerja, 8 jam beristirahat, dan 8 jam berekreasi. Sebelum penetapan 1 Mei, masing-masing organisasi pekerja di Eropa Barat dan Amerika Serikat merayakan hari buruh ditanggal yang berbeda-beda.

Selanjutnya, Federasi Internasional Kelompok Sosialis dan Serikat Pekerja menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional dalam Konferensi Sosialis Internasional di Paris pada 1889. Pemilihan tanggal 1 Mei sebagai hari buruh juga tidak terlepas dari peristiwa kericuhan Haymarket pada Mei 1886 di Amerika Serikat. Penetapan 1 Mei ini sebagai hari buruh internasional lantas diperingati oleh para buruh diberbagai negara tiap tahunnya.

Di Indonesia, penindasan terhadap kaum buruh pun dimulai sejak masa penjajahan Belanda. Diterapkannya sistem Tanam Paksa oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Van den Bosch (1830-1870) adalah satu masa penting dalam sejarah gerakan buruh. Pada masa inilah para petani di Nusantara, terutama di Jawa mulai dihancurkan kehidupannya sebagai petani dan diubah paksa menjadi buruh tani. Kondisi kerja yang demikian buruk memicu munculnya bentuk perlawanan dari gerakan buruh berupa pemogokan.

Sekitar tahun 1910-1912 diawali dengan minimnya upah buruh diiringi dengan melambungnya harga kebutuhan pokok. Upah yang minim membuat tak terjangkaunya kebutuhan pokok tersebut. Turut membuat kehidupan sosial ekonomi buruh semakin terpuruk kala itu. Situasi ini menjadi bagian latar belakang maraknya aksi mogok kaum buruh pada akhir dekade ke-2 sampai pertengahan dekade ke-3 abad ke-20.

Harga   barang-barang  pokok yang melambung tinggi merupakan dampak dari adanya Perang Dunia I. Setelah Perang Dunia I berakhir, rakyat Jawa hidup dengan tingkat pendapatan yang sangat minimal. Gejala kemerosotan ekonomi ini diiringi dengan penurunan tingkat kesehatan rakyat. Jutaan kaum pekerja atau buruh bumiputera kala itu sebagai budak belian kolonial yang sangat tertindas oleh upah yang hanya dapat mencukupi kebutuhan untuk tidak mati kelaparan.

Setelah masa kemerdekaan, Peringatan hari buruh sudah dirayakan pada era Presiden Soekarno. Dan Bung Karno selalu hadir dalam perayaan tersebut. Namun, sejak masa pemerintahan Orde Baru hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia, dan sejak itu, 1 Mei bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh. Ini disebabkan karena gerakan buruh selalu dikaitkan dengan gerakan paham komunis yang sejak 1965 dilarang keberadaannya di Indonesia.

Setelah era Orde Baru berakhir, Tanggal 1 Mei menjadi hari libur resmi nasional di Indonesia diputuskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Keppres Nomor 24 Tahun 2013. Penetapan tersebut dilakukan tanggal 29 Juli 2013 di Jakarta. Biasanya hari buruh ini dirayakan dengan aksi turun ke jalan atau demonstrasi para pekerja. Peringatan hari buruh ini bukanlah sebuah bentuk momentum saja, melainkan sebuah potret perjuangan kaum buruh yang di bangun secara bersama.

Sumber:

https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/01/152000865/infografik–peringatan-hari-buruh-1-mei

https://tirto.id/hari-buruh-internasional-2021-sejarah-may-day-beda-dengan-mayday-ged1

Penulis: Ika Titi Hidayati

0 comments on “Menilik Sejarah Hari Buruh, Peringatan 1 MeiAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://tiktaktogel.deeringbanjos.com/ https://situs-tototogel.pencils.com/ https://tototogel.vulcain.ch/ https://slotonline-gacor.manicpanic.com/ https://livesgp.oenling.com/ https://daftar.congtogel.toteme-studio.com/