Solidaritas dalam Berpuasa di Tengah Pandemi

Tidak terasa ya sobat damai kita sudah dipertengahan bulan Ramadhan, berarti kita akan menuju kemenangan, di mana kita sudah menahan haus dan lapar, selain itu kita pun diajarkan untuk bersabar, momentum puasa ini sangatlah penting terutama bagi kesolidaritasan kita sebagai orang yang menjalankan puasa. di sini kita diajarkan untuk saling berbagi dan saling menghargai.

Namun sayangnya, sampai hari ini kita masih dibentrokkan dengan wabah yang menakutkan, penularannya begitu cepat dan bahayanya lagi kita tidak dapat melihat wabah tersebut, entah kita sedang tertular atau tidak, ini lah membuat kengerian yang sedang terjadi di seluruh belahan dunia, terkhusus bagi bangsa Indonesia.

Oleh karena itu pemerintah Indonesia memberlakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) guna memutus rantai penyebaran Covid-19, beberapa daerah yang sudah menerapkan yaitu, Jakarta, beberapa wilayah di Jawa Barat (Bogor, Depok, Bekasi) dan wilayah Tangerang Raya.

DKI Jakarta sudah memulai PSBB sejak Jum’at (10/04) kemudian untuk Bogor, Depok, dan Bekasi mulai pada hari Rabu (15/04) sedangkan untuk wilayah Tangerang Raya dimulai pada hari Sabtu (18/04). Pelaksanan PSBB sudah diatur di Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang pedoman Pembatasan Sosial Bersekala Besar dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Maka dari itu kita harus mendukung pemerintah untuk terus menjaga jarak dan meminilaliris pergerakan kita di luar rumah, jika tidak penting-penting banget, namun bagi yang tidak bisa di rumah saja tentu harus lakukan protokol kesehatan yang sudah di sosialisasikan oleh pemerintah dengan menggunakan masker, sarung tangan dan selalu cuci tangan.

Berbicara mengenai masker, diawal-awal masa pandemi banyak masyarakat yang kalap membeli masker banyak seperti menimbun selain masker ada juga yang ditimbun oleh masyarakat, yaitu Hand Sanitizer. Kedua benda ini mejadi barang mewah baru tentu harganya pun melambung tinggi, karena kedua benda ini sudah menjadi barang pokok bagi masyarakat di tengah pandemi.

Rasanya sudah sulit menemukan kedua benda ini di awal masa pandemi pada bulan Maret, sekalinya ada harganya mahal, di mini market pun tidak ada yang biasanya harga masker Rp 2000/pcs sekarang bisa menjadi Rp 4.000 s/d Rp 10.000. mungkin sobat damai juga sudah merasakannya kan?

Namun kini masyarakat Indonesia sudah semakin cerdas, dan sifat kemanusiannya semakin meningkat, sulitnya masker dan Hand Sanitizer di pertengahan puasa ini sudah dapat ditemukan lagi di mini market, saya pun merasakan hal itu, kalo sobat damai gimana?

Kemudian bagi-bagi masker dan hand sanitizer pun sudah mulai banyak yang menggalangkan, di mana-mana tentang donasi untuk mendukung APD bagi tenaga medis, terutama masker bagi tenaga medis.

Kini masyarakat mengerti juga untuk menggunakan masker kain guna memudahkan tenaga medis dengan tidak lagi menggunakan masker medis. Tentu ini sebuah bentuk solidaritas yang dibangun oleh masyarakat bagi tenaga medis kita.

Selain donasi APD, Pemerintah dan masyarakat yang mampu pun ikut menyumbangkan sembako bagi korban yang terdampak Covid-19 terutama bagi yang sudah tidak memiliki penghasilan lagi dimasa pandemi ini.

Kedewasaan yang sudah terbangun ini semoga terus bertumbuh agar kita bersatu untuk melawan Covid-19 bukan hanya untuk diri sendiri tapi ini semua kepentingan bersama, Covid-19 tidak akan menjadi mengerikan lagi jika kita hadapi bersama, mulai bersatu untuk lawan Covid-19 demi hari kemenangan yang fitri.

Penulis : Abdul Raufian Rizkiansyah

Kedamaian hakiki didapat dari diri sendiri berwuju cinta pada negeri INDONESIA

0 comments on “Solidaritas dalam Berpuasa di Tengah PandemiAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *