Jihad Melawan Benci, Jaga Keutuhan NKRI

Bulan suci Ramadan memiliki arti yang sangat besar bagi umat Islam. Bulan suci Ramadan memiliki histori yang tidak bisa dilupakan oleh umat Islam dimana pada bulan ini lah wahyu pertama Rasulullah SAW diturunkan. Pada bulan ini juga umat Islam di jaman Nabi berhasil memenangkan perang Badar dan juga terjadi penaklukan besar di kota Makkah tanpa sedikitpun pertumpahan darah sekaligus merekonsiliasi hubungan Umat Islam dengan suku Quraisy.

Bulan suci Ramadan juga menoreh sejarah penting perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan atas penjajahan. Tanggal 17 Ramadan bertepatan dengan 17 Agustus 1945 menjadi hari kemenangan bangsa Indonesia setelah perjuangan penuh pertumpahan darah memperjuangkan kedualatan NKRI.

            Dalam konteks kekinian dimana dunia terus berkembang pesat, jihad tidak lagi diartikan sebagai peperangan. Perjuangan melawan penjajah sudah pernah dilakukan oleh para pendahulu kita sejak jauh-jauh hari sebelum kita dilahirkan ke dunia. Persaingan dunia hari ini bukan hanya semata-mata seberapa besar ­power yang dimiliki negara, tetapi juga seberapa kuat ekonomi, kualitas pendidikan, kualitas sumber daya manusia, tingkat kecanggihan teknologi suatu negara serta berbagai soft power lainnya.

Sebagai generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan estapet kepemimpinan negeri ini kiranya perlu kita memutar balik ke beberapa puluh tahun silam dimana para pendahulu kita sudah berkorban mengorbankan nyawanya demi kedaulatan bangsa ini. Perang ujaran kebencian, kebohongan informasi, caci makian dan sumpah serapah semestinya tidak lagi mewarnai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di bulan yang suci ini. Dengan atau tanpa kita sadari, perilaku sehari-hari di sosial media bisa menjadi pemecah belah bangsa.

Bayangkan saja, betapa beratnya perjuangan para pahlawan kita dalam memperjuangkan kemerdekaan. Renungkan, apakah sebegitu teganya kita memecah belah bangsa hanya karna satu-dua kali berbeda pandangan saja? Kalaulah kiranya ada hal-hal yang salah dan perlu dikritisi bukankah lebih baik dituangkan dengan narasi yang menyejukkan, bukankah yang demikian akan lebih mudah untuk bisa dipahami tanpa harus menyebabkan benci dalam hati?

Kalau ada yang salah dari negeri ini bukankah lebih baik kita bantu perbaiki dengan memperbanyak kontribusi. Bukankah itu lebih baik dari pada nyinyir sana sini menyebar provokasi apalagi sampai mengancam begitu begini?

Mari berjihad bersama menuju Indonesia yang lebih baik lagi. Jangan berdiam diri, mari bersama-sama memberi kontribusi nyata untuk negeri.

 

Penulis : Annisa Fathia Hana

0 comments on “Jihad Melawan Benci, Jaga Keutuhan NKRIAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://tiktaktogel.deeringbanjos.com/ https://situs-tototogel.pencils.com/ https://tototogel.vulcain.ch/ https://slotonline-gacor.manicpanic.com/ https://livesgp.oenling.com/ https://daftar.congtogel.toteme-studio.com/