Sudahi Perselisihan dengan Memulai Rekonsiliasi Perdamaian

Media sosial menjadi salah satu instrumen terpenting dalam memberikan informasi saat ini. Pesta rakyat yang baru-baru ini kita lalui pun tak luput dari kacamata media sosial. Ekspresi perbedaan mengenai pilihan pun terpampang jelas dan terlihat begitu nyata. Asas LUBER JURDIL yang seharusnya kita lakukan terasa tak ada. Begitu transparan dan sengaja dipertunjukkan di media sosial, pilihan kita kala itu.

Perbedaan pilihan yang terjadi di media sosial pun tak luput dari perselisihan. Semua menganggap pilihannya yang terbaik, menutup segala cela fakta yang terjadi akibat budaya literasi yang terkikis akibat perubahan zaman dan teknologi. Inilah era post-truth.

Kamis 27 Juni 2019 Majelis Konstitusi akhirnya memberikan keputusan perihal sengketa hasil pemilu 2019. MK menolak seluruh gugatan sengketa hasil pemilu 2019 calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Menurut mahkamah permohonan pemohon tidak beralasan.

Hashtag dengan tagar #terimahasilmk pun ramai di media sosial. Adapun hashtag #tolakhasilmk pun ramai disiarkan menjadi salah satu versi penolakan atas hasil MK. Tetapi hasil sidang MK sudah bulat, persidangan pun secara jelas disiarkan kala itu. Masyarakat sendiri bisa menilai apakah MK sudah adil dan benar dalam menentukkkithasil sengketa tersebut.

Dengan hasil MK tersebut maka pasangan calon nomor urut 1 Jokowi-Ma’aruf Amin dipastikan menjadi presiden dan wakil presiden indonesia periode 2019-2024. Suka ataupun tidak suka kita harus menerima hasil dari MK. Ayo kembalikan budaya saling menghargai dan menghormati antar sesama. Pesta rakyat sudah usai, ayo kita sama-sama membangun kembali Indonesia menjadi lebih baik. Sudahi segala perselisihan dan permusuhan diantara kita. Karena akan hanya saling menyakiti dan memberikan peluang bagi oknum yang ingin melihat kita tercerai berai.

Tanamkan kembali dalam diri kita semboyan bhinneka tunggal ika agar segala bentuk perpecahan tidak kembali kita rasakan. Jadikan media sosial kita menjadi tempat memberikan informasi yang sehat jauh dengan ujaran kebencian. Karena yang akan merasa sakit ketika perpecahan terjadi bukan hanya ‘Aku’ dan ‘Kamu’ tetapi ‘Kita’ semua.

Penulis : Jinan V.B

Gambar : Flickr

0 comments on “Sudahi Perselisihan dengan Memulai Rekonsiliasi PerdamaianAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *