Saya Muslim dan Saya Menghargai Perbedaan

Semakin hari nampaknya semakin meningkat intensitas sensitivitas soal keagamaan, di berbagai media marak pemberitaan mengenai pelarangan ibadah suatu agama, sangat disayangkan memang kita sebagai manusia hidup berdampingan dengan segala perbedaan dalam banyak hal, tidak ada yang paling special atau paling sempurna, semua memiliki kelebihan dan kekurangannya. Tidak ada yang salah dengan orang-orang yang memiliki keyakinan yang berbeda dengan kita, selama kita sama-sama hidup untuk menjunjung kebaikan dan kedamaian antar sesama manusia.

Masyarakat yang menjadi kalangan mayoritas seringkali menjadi rasis terhadap siapa saja yang berbeda dengan mereka, dan tanpa kita sadari rasisme sudah mendarah daging dalam diri kita sejak kecil, beberapa orang tua secara tidak sadar mengajarkan anak-anak mereka untuk bersikap rasis. Contohnya: pokoknya kamu jangan berteman dengan dia, dia orang Kristen nanti kamu diajak-ajak jadi Kristen. Atau, kamu jangan deket-deket dia, orang cina pelit soalnya. Dan beragam stereotip lainnya yang tidak asing dan sudah melekat dalam benak kita.

Di era yang semakin tanpa batas ini, dimana segala aspek kehidupan mengalami kemajuan menjadi suatu jalan bagi kita untuk berhenti memandang sebelah mata orang-orang yang berbeda dengan kita, baik berbeda keyakinan, berbeda suku, berbeda adat dan budaya. Sejak di bangku Sekolah Dasar kita bahkan sudah diajarkan mengenai Bhineka Tunggal Ika yang kita semua hafal sekali artinya yaitu “berbeda-beda tetapi tetap satu” akan tetapi jarang yang bisa memaknai dan menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

Persatuan ibarat sebuah rumah, rumah dibangun dari bermacam-macam bahan bangunan, mulai dari kayu, pasir, semen, batu-bata, plafon, besi, bamboo, kaca, tanah, batu, genting, dan lain-lain, kesatuan ini menjadikan suatu bangunan dapat berdiri kokoh yang kita sebut rumah, menjadi tempat bernaung dan beristirahat sepanjang kehidupan.

Islam sendiri tidak pernah mengajarkan umatnya untuk membenci mereka yang bukan muslim, bahkan tetap menganjurkan untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan, karena yang islam ajarkan itu adalah perdamaian, bukan kekerasan dan perilaku menyakitkan lainnya.

Saya pribadi akhirnya memahami bahwa perbedaan bukanlah suatu hal yang harus dipermasalahkan, saya bahkan senang jika bisa memiliki teman dari agama, suku dan budaya yang berbeda, karena semua itu bisa membantu saya untuk belajar banyak hal tentang kehidupan ini.

0 comments on “Saya Muslim dan Saya Menghargai PerbedaanAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?