Media Pers VS Media Sosial

Perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat pertukaran informasi menjadi sangat cepat, praktis, dan mudah. Melalui internet yang bisa diakses oleh siapa saja dan dimana saja, kita dapat mengetahui kejadian yang baru saja terjadi di belahan bumi manapun secara aktual. Informasi yang terdistribusi secara masal inilah yang menjadi konsumsi para warganet. Trend tersebut mengubah kebiasaan masyarakat yang sebelumnya mengkonsumsi informasi dan berita dari media konvensional beralih ke media online.

Dewasa ini, ada dua sumber berita dan informasi yang terima oleh masyarakat, yaitu media pers dan media sosial. Dua sumber ini mempunyai perbedaan yang seharusnya dipahami oleh masyarakat agar mereka mampu menyaring dan memilah apa yang disampaikan oleh keduanya. masyarakat yang cerdas membedakan antara produk pers dengan informasi yang beredar di media sosial akan mampu menangkal adanya berita bohong atau hoax.

Pembeda utama antara produk pers dan sosial media adalah hasil dari pers adalah berita sedangkan hasil dari sosial media adalah informasi. Menurut Ensiklopedi, Pers adalah sebutan untuk penerbit atau perusahaan atau kalangan yang berkaitan dengan media massa atau wartawan. Berdasarkan pengertian tersebut dapat diketahui bahwa berita yang dihasilkan oleh pers merupakan olahan para wartawan professional yang mempunyai kompetensi di bidangnya. Disisi lain, sosial media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Artinya produk dari sosial media yakni informasi dapat disampaikan oleh siapa aja tanpa memandang siapa dana apa latar belakangnya.

Adanya tim redaksi yang mengawasi produk dari berita dari pers juga menjadi pembeda dengan media sosial yang cara kerjanya bersifat perorangan. secara pertanggungjawaban berita pers meliputi pemimpin redaksi hingga wartawan, berbeda dengan media sosial yang informasi yang disampaikannya bisa dari siapapun secara pribadi. selanjutnya produk pers mempunyai Kode Etik Jurnalistik yang menjadi aturan dan batasan pengambilan, pembuatan dan penyampaian berita sedangkan media sosial tidak terikat batasan apapun.

kemudian produk pers di naungi oleh badan hukum minimal berbentuk PT sebagai legalitas mengacu kepada standar perusahaan pers yang ditetapkan Dewan Pers. Hal ini membuat legalitas dari produk pers menjadi lebih jelas dengan identitas yang tidak bisa dipalsukan sedangkan pada media sosial identitas dari penyaji dapat dipalsukan sehingga sulit ditelusuri identitasnya. Berdasarkan perbedaan yang ada masyarakat harus cerdas mengelola berita dan informasi yang mereka terima agar terhindar dari berita bohong atau hoax.

Written by Tegar Priyo Utomo

0 comments on “Media Pers VS Media SosialAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?