Bukan Cuma Hoax, Framing Informasi Pun Perlu Diwaspadai

saya sedang geram dengan informasi di media sosial. Kali ini bukan cuma hoax. Kalo hoax jelas, berita bohong tanpa sumber yang bertujuan menyebarkan ketakutan dan kepanikan dikhalayak ramai. Kebiasaan share tanpa saring seperti pupuk untuk membudidayakan hoax di ladang media milik warganet.

Selain hoax, hal berbahaya dalam menyebaran informasi di media sosial ada “framing”. Framing berbeda dengan hoax, framing bukanlah kebohongan. Hanya saja media/pewarta kerap menyajikan informasi tidak lengkap secara utuh. Mereka hanya menonjolkan sebagian dari fakta dengan tujuan untuk membangun presfektif baru yang menjadi realitas dari pembaca.

Sebagai masyarkat milenials yang  aktif dalam dunia maya haruslah bijak dalam setiap huruf, kata, hingga kalimat yang ditinggalkan sebagai jejak digital. Memilah informasi dan mengutarakan argumen yang sesuai dengan fakta tentunya tidak akan berujung dengan pidana. Perlu adanya penyebaran berita benar bukan hoax dan framing yang massiv dan secara besar-besaran agar lini masa sosial media kita bersih dari berita bohong, ujuran kebencian dan provokasi pemecah persatuan.

Setiap orang punya kesempatan yang sama untuk berbagi informasi. Media sosial adalah milik semua orang, tidak ada diskrimasi dalam pendistibusian informasi disana. Sebanyak apapun konten hoax, berita framing, ujuran kebencian, propaganda, semua itu tidak akan berarti jika kita mengisi lini masa sosial media dengan lebih banyak konten positif, konten persatuan, konten prestasi, dan konten perdamaian.

Jangan takut berkarya karena merasa tidak berkualitas untuk memerangi konten negatif, kita hanya perlu kuantitas untuk melawannya tapi saat kamu berani melawan artinya kamu punya kualitas.

Penulis : Tegar P.U (Cula Satu Duta Damai)

Gambar : Flickr

0 comments on “Bukan Cuma Hoax, Framing Informasi Pun Perlu DiwaspadaiAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *