Peluncuran Buku “Memberantas Terorisme di Indonesia: Praktik, Kebijakan, dan Tantangan“

The Habibie Center bersama Canada meluncurkan buku Memberantas Terorisme di Indonesia: Praktik, Kebijakan, dan Tantangan, hasil penelitian dari Mohammad Hasan Ansori, dkk pada 20 Agustus 2019 di Hotel Atlet Century Jakarta.  Acara tersebut dihadiri oleh NGO, mahasiswa, mantan narapidana terorisme, dan juga tamu undangan lainnya. Selain peluncuran buku, acara juga diisi dengan presentasi dari tiga pemateri, di antaranya yaitu Mohammad Hasan Ansori selaku Mohammad Hasan Ansori, Ph.D (Direktur Program dan Riset The Habibie Center), Dete Aliah (Direktur Eksekutif Serve Indonesia), dan Suaib tahir (BNPT) dan dimoderatori oleh Sopar Peranto (Peneliti The Habibie Center).

Acara berlangsung dengan pemaparan pertama dari Mohammad Hasan Ansori, ia memaparkan isi buku Memberantas Terorisme di Indonesia: Praktik, Kebijakan, dan Tantangan. Terdapat beberapa catatan penting bahwa ternyata di Indonesia serangan terorisme terus menerus terjadi dari 2001 – 2018. Pemateri memberikan bukti konkrit dengann menampilkan statistik angka serangan dan korban serta wilayah yang menjadi sasaran teror. Pemateri juga menjelaskan kerangka holistik dari mulai pencegahan, tindakan, dan pemulihan para teroris berdasarkan hasil penelitian dalam buku Memberantas Terorisme di Indonesia: Praktik, Kebijakan, dan Tantangan.

Materi dilanjutkan dari BNPT, yaitu Suaib Tahir. Ia menanggapi hasil penelitian yang telah disampaikan oleh pemateri pertama dan juga menjelaskan pertanyaan yang diberikan oleh moderator. Suaib Tahir (BNPT) merupakan salah satu perwakilan dari pemerintah yang hadir dalam peluncuran buku ini. Oleh karena itu, pemateri memaparkan program-program yang sudah dilakukan BNPT selaku lembaga resmi pemerintah. Ia juga menjelaskan program yang sedang serta yang akan dilakukan. Program-program tersebut tentunya mendukung dan memperkuat hasil dari penelitian yang diluncurkan dalam bentuk buku Memberantas Terorisme di Indonesia: Praktik, Kebijakan, dan Tantangan.

Tidak kalah menarik, pemateri ketiga, Dete Alia menjelaskan temuan-temuan di lapangan yang ia jumpai. Ia juga menjelaskan tentang latar belakang para radikal itu sendiri dan juga pelaku-pelaku yang muncul sebagai seorang remaja/anak-anak, perempuan, dan laki-laki dewasa. Apa yang pemateri paparkan ternyata membawa fakta unik jika pelaku bukan hanya orang dewasa bahkan dari kalangan anak-anak dan remaja juga terpapar dengan radikalisme.

Setelah sesi presentasi, moderator membuka sesi tanya jawab dan diskusi. Sesi ini dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama terdapat tiga pertanyaan dari berbagai lembaga yang fokus pada isu-isu terorisme. Sesi kedua dibuka juga untuk tiga partisipan. Pada kesimpulannya, ternyata selain pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan proses pemulihan yang begitu penting bagi para narapidana terorisme itu sendiri, ternyata pemulihan juga penting dilakukan untuk keluarga para teroris.

Salah satu tamu undangan yang hadir, Division for Applied Social Psychology Research (DASPR)  dalam sesi pertanyaan dan diskusi memaparkan program pemulihan terhadap keluarga para narapidana terorisme. Ia menyampaikan jika program yang sedang lembaga ini jalani menyasar pada para keluarga narapidana terorisme yang masih di dalam penjara. Dalam kesimpulannya, program pemberantasan yang menjadi topik besar dalam peluncuran buku ini adalah bukan hanya BNPT selaku lembaga pemerintah yang bertanggung jawab menanganinya, akan tetapi peran lembaga masyarakat, penelitian, dan juga individu juga besar perananannya guna membantu memberantas aksi radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Oleh : Erni Kurniati

0 comments on “Peluncuran Buku “Memberantas Terorisme di Indonesia: Praktik, Kebijakan, dan Tantangan“Add yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *