Menjadi Agen Perdamaian

Hari ini konten-konten radikalisme dan terorisme kian menjamur di dunia maya. Ruang siber yang terbuka bagi siapa saja rupanya menjadi tempat istimewa bagi para teroris untuk menemukan sumber daya baru. Dengan platform baru ini, mereka aktif melancarkan propaganda untuk merekrut anggotanya.

Temuan Gabriel Weimann yang berjudul Terrorism in Cyberspace: The Next Generation menyatakan, ada peningkatan konten terorisme di internet. Pada 1998 lalu, hanya ada 12 situs yang berisi muatan teroris. Tahun 2003, situs web berisi konten terorisme mencapai 2.650 situs. Peningkatan semakin pesat saat 2015, ada 9.800 situs.

Internet memang lebih instan dan memiliki jangkauan global. Selain itu juga sering menyajikan konten secara parsial dan sporadis. Ada yang menyelipkan pesan propaganda, narasi radikal hingga terorisme. Faktor lain, anonimitas yang ada di platform internet menjadi aji mumpung bagi organisasi teroris untuk menyembunyikan identitasnya—dengan tetap melancarkan propaganda.

Sebut saja ISIS yang melancarkan propaganda melalui Al-Hayat Media Center. Saluran media ini sangat luas dan memiliki strategi khusus. Al-Hayat kerap kali memproduksi video, poster, hingga narasi yang memiliki muatan teroris.

Bahkan tidak hanya itu, Al-Hayat juga menyediakan muatan teroris dengan Bahasa Inggris, Jerman, Rusia, dan Perancis. Media ini banyak membahas aspek keagamaan yang merujuk pada kesatuan, hijrah, dan pencarian kebenaran. Diakui, kelompok ini memang terdepan dalam aspek penguasaan teknologi dan teknik komunikasi.

Terbukti, setiap konten yang mereka buat dipersiapkan dengan matang demi mendapat jumlah penonton sebanyak-banyaknya. Mereka kerap kali merilis video proses eksekusi musuh. Dengan strategi yang rapi, mereka menyelipkan ajakan untuk bergabung dengan kelompok ISIS.

Menanggapi permasalahan tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membentuk Duta Damai Dunia Maya 13 provinsi di Indonesia. Salah satunya Provinsi Banten yang telah dikukuhkan pada 24 April 2018 lalu di Hotel Novotel, Tangerang. Duta Damai Dunia Maya Provinsi Banten (DD Banten) terdiri dari 60 orang dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan.

DD Banten dipilih secara seleksi oleh BNPT RI. Sebelumnya, DD Banten terpilih telah memiliki keahlian khusus di bidang Blogger, Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Teknik Informatika. DD Banten memiliki 5 kelompok dengan nama khas budaya Banten. Setiap kelompok terdiri dari 12 orang yang terdiri dari Blogger, DKV, dan IT. Ada kelompok Ruang Riung, Jawara, Surosowan, Culasatu, dan Benteng.

Duta Damai termasuk relawan yang bergerak di bidang perdamaian. Tugas kami menangkal berita hoaks, radikalisme dan terorisme di dunia maya. Mengingat narasi terorisme begitu massif di dunia maya, maka Duta Damai—yang telah dibekali keahlian khusus—bertugas membuat kontra narasi terhadap paham terorisme.

Kami terus berusaha mengajak masyarakat luas, terutama anak muda untuk terlibat menjadi agen perdamaian. Narasi negatif—yang dibuat oleh para teroris—hanya bisa dilawan dengan narasi positif. Semakin banyak konten positif yang dibuat, maka masyarakat luas akan teredukasi untuk tidak terjerumus dalam paham terorisme.

Siti Heni Rohamna (Sekretaris Duta Damai Regional Banten)

Duta Damai Dunia Maya Provinsi Banten

0 comments on “Menjadi Agen PerdamaianAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *