Ulama Banten dan BNPT Sepakat Bahwa Pancasila Adalah Kunci Perdamaian

DUTADAMAIBANTEN.ID – Pada 20-21 Juli 2020 Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengadakan kunjungan kerja ke Banten. Pada kesempatan itu ia bertemu dengan beberapa tokoh agama seperti Ahmad Badruddin pimpinan Pondok Pesantren Ta’dibul Ahkam, A. Rafiudin dari Ponpes Nurul Falah, Budin pimpinan Majelis Dzikir Sansila dan Pondok Pesantren Al Ihya, Abuya Muhtadi, Abuya Murtadho, serta Tubagus A. Syadzili Wasi’, pimpinan Pesantren Al-Quraniyyah Maulana Hasanuddin, Kesultanan Banten.

Kepala BNPT dan Abuya Murtadho sepakat Pancasila tak boleh hanya dijadikan semboyan belaka.

Kepala BNPT dan Abuya Murtadho sepakat Pancasila tak boleh hanya dijadikan semboyan belaka. (Foto: BNPT)

Pertemuan tersebut bertujuan sebagai upaya pendekatan kemanusiaan. Boy yang menyentuh langsung seluruh komponen masyarakat dari berbagai latar belakang untuk bersama melawan radikalisme dan terorisme. Boy menyakini, para ulama memegang peranan penting untuk memberi kedamaian di tengah masyarakat yang sedang mengalami banyak tantangan, termasuk ancaman intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, Boy juga berkesempatan berziarah ke makam Abuya Dimyathi di Cidahu, Serang, bersama Abuya Murtadho. Saat itu, keduanya berdiskusi soal keseimbangan bernegara dan beragama yang merupakan amalan dari nilai-nilai Pancasila. Menurut Abuya Murtadho, implementasi nilai-nilai Pancasila sebenarnya sudah menjadi jawaban kehidupan bernegara dan beragama yang harmonis.

“Karena kita hidup di Indonesia, saya titip untuk bernegara harus berpegang teguh kepada Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila. Kehidupan kita tidak boleh lepas dari situ karena baik untuk bernegara maupun beragama sudah tertera komplit di situ,”

“Saya harap pemerintah selalu mengamalkan Pancasila karena jati diri bangsa kita adalah Pancasila. Pemerintah yang mengamalkan Pancasila tidak ubahnya ulama dan para santrinya yang selalu mengaji dengan Al-Qur’an. Jika hanya disuruh ngaji tanpa mendidik tidak akan mampu, begitu pula Pancasila supaya tidak hanya dijadikan semboyan atau seremonial tatkala saat acara saja, namun harus diamalkan,” kata Abuya Murtadho menambahkan.

Boy menyatakan persetujuan terhadap pendapat itu dengan menegaskan, bahwa toleransi dan kerukunan beragama adalah pengamalan Pancasila yang menjadi pemersatu Indonesia.

“Sesuai pesan Pak Kyai kepada kita semua masyarakat Indonesia dimana pun berada, jangan ragu-ragu kita punya nilai-nilai dasar bernegara dan berbangsa yaitu Pancasila. Pancasila dapat dikatakan menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada di antara umat. Dengan adanya Pancasila kita bersatu, kemudian kita bisa hidup berdampingan secara rukun dan damai. Dan tentu kita harapkan Indonesia semakin maju, makmur, adil, dan sejahtera,” ungkap Boy. (*Suryatma/rea(CNNIndonesia))

 

0 comments on “Ulama Banten dan BNPT Sepakat Bahwa Pancasila Adalah Kunci PerdamaianAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?