Teknologi dan Tantangan Pandemi

Sejak awal kemunculan pandemi virus Covid-19, setiap individu dituntut dan terpaksa untuk beradaptasi dalam  kehidupan sehari-hari. Mulai dari bekerja, belajar bahkan untuk memenuhi kebutuhan makanan, semuanya berubah drastis. Bekerja dilakukan dari rumah masing-masing dengn menggunakan laptop dan gawai tiap orang, kegiatan sekolah dilaksanakan melalui layar-layar digital, dan memenuhi kebutuhan makanan dipesan lewat gawai. Maka dengan semua hal ini, jelas sudah bahwa masyarakat mau tidak mau, terpaksa atau tidak terpaksa, harus menerima eksistensi dari teknologi.

Sejak pasca revolusi industri, teknologi muncul untuk membantu manusia dalam memudahkan pekerjaannya. Manusia menciptakan suatu “barang” yang mana dari ciptaan tersebut mereka merasa termudahkan dalam kehidupan sehari-harinya. Akan tetapi seiring berjalannya zaman, teknologi justru terbalik dalam hal fungsionalnya. “Benda” ciptaan manusia tersebut justru mencelakakan manusia itu sendiri. Ibarat pisau, terkadang ia bisa menjadi hal yang fungsional, akan tetapi di sisi lain ia dapat mebahayakan diri sendiri bahkan orang lain. Ia dapat digunakan untuk memotong buah-buahan, sayur-sayuran dan di sisi lain ia dapat digunakan untuk mencelakakn orang lain. Sehingga, dalam aktualisasinya dalam teknologi di era ini, penggunaan teknologi yang bersifat fungsional bersifat relatif.

Dalam konteksnya di era pandemi, teknologi merupakan hal yang dibutuhkan, bahkan bisa jadi sama pentingnya dengan air. Seseorang tidak dapat hidup dengan benar-benar “hidup” ketika ia tidak memiliki teknologi atau tidak mampu menggunakannya. Masyarakat 4.0 dituntut untuk paham dan mampu dalam menggunakan teknologi. Bayangkan, jika kita hidup di era pandemi seperti saat ini akan tetapi kita hidup tanpa teknologi. Mungkin, korban jiwa yang meninggal akan lebih banyak berkali lipat dibanding dengan adanya teknologi. Oleh sebab itu, maka teknologi sudah tidak dapat ditahan lagi arus lajunya. Tiap individu harus siap “berselancar” dengan baik agar dapat selamat dalam terpaan tantangan-tantangan yang ada.

Dari Analisa konteks diatas, maka jelas bahwa tiap individu entah ia dari golongan atas, menengah, atau bahkan bawah dituntut untuk “melek” terhadapa teknologi. Apalagi di era pandemi saat ini, jika kita tidak mau beradaptasi terhadap laju teknologi yang ada, maka siap-siap justru kita yang akan dihantam oleh teknologi itu sendiri.

Penulis: Muhammad Abid Al-Akbar

0 comments on “Teknologi dan Tantangan PandemiAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Hai Sobat Damai ?