Pendidikan di Tengah Pandemi

Berbulan-bulan sudah seluruh siswa di Indonesia melakukan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal tersebut tentunya bukan tanpa sebab, hadirnya pandemi Covid-19 tidak bisa mentoleransi kegiatan yang berdekatan, termasuk kegiatan belajar dan mengajar. Tidak hanya di Indonesia, seluruh siswa yang negara masuk ke dalam daftar positif Covid-19 juga merasakan dampaknya. Pembelajaran yang biasanya dilakukan 4-6 jam sehari di sekolah, kini berubah tempat melainkan dari rumah.

Sampai pademi datang, sebelumnya tak pernah terbayangkan akan terjadi kegiatan belajar jika dilaksanakan dari rumah dengan waktu yang cukup lama atau yang sekarang kita sebut pembelajaran jarak jauh. Diawal pelaksanaan, terlihat semua lini membutuhkan penyesuaian terhadap keadaan. Dimana keterbatasan kemampuan mengoperasikan teknologi dan keterbatasan alat komunikasi sebagai media untuk belajar sangat-sangat menjadi perhatian.

Terbiasanya siswa belajar, duduk di bangku sekolah seketika pindah di rumah. Tentunya bukan suatu hal yang mudah. Peran orang tua sangat besar dalam mendukung terlaksananya pembelaran jarak jauh. Tidak hanya dari segi mengadakan teknologi terkini seperti HP atau laptop, tetapi juga kemampuan untuk mengoperasikannya. Terlepas dari itu, waktu menjadi suatu hal yang amat sangat berpengaruh. Mungkin bagi siswa SMP sampai Mahasiswa dapat belajar dengan mandiri. Namun tidak dengan siswa sekolah dasar.

Banyaknya waktu yang dihabiskan untuk belajar bersama di sekolah dan bermain bagi siswa sekolah dasar merupakan salah satu rutinitas yang mungkin cukup menyenangkan. Sekarang, ketika pandemi menyerang, jangankan untuk bermain bersama teman-teman. Untuk dapat duduk di sekolah bersamapun sementara ini tidak bisa.

Harus kita ketahui bersama, pandemi bukan lagi hanya berbicara tentang bagaimana menaati dan melakukan protokol kesehatan, tetapi lebih dari itu, bagaimana mental dan sosialisasi anak-anak? Hal tersebut patut dipertanyakan, karena berbeda dengan orang dewasa yang dapat mengekspresikan diri, terkadang anak-anak cenderung diam. Peran orang tua dan orang dewasa lainya yang berada di sekitar anak-anak akan dapat membantu setiap anak untuk dapat memahami bahwa pandemi memang terjadi namun bukan berarti semuanya berhenti saat pandemi menyerang. Tetap dapat menjalankan rutinitas dengan membuat agenda harian, tentunya akan membuat anak-anak yang masih bersekolah memiliki pengalaman yang baru, yaitu belajar tertib dari rumah.

Sudah saatnya kita sebagai orang dewasa, membantu mereka para generasi penerus bangsa untuk tetap berjuang belajar di tengah pandemi yang terjadi. Ingat, pandemi boleh terjadi tetapi langkah dalam pembelajaran tak boleh terhenti.

Salam Damai,

0 comments on “Pendidikan di Tengah PandemiAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?