Pancasila : Titik Temu Bersama

Akhir-akhir ini Indonesia tidak pernah berhenti diguncang oleh pergerakan oknum-oknum yang menginginkan perubahan ideologi Pancasila dengan ideologi baik yang kekanan-kananan maupun yang kekiri-kirian. Oknum-oknum tersebut memasifkan pergerakannya di sosial media yang semua orang dapat mengaksesnya dengan mudah. Tidak jarang tagar-tagar provokatif naik trending di sosial media seperti di twitter.
Menyedihkannya, pemerintah terlalu lemah dalam menantisipasi dan mengambil sikap atas pergerakan oknum-oknum yang sudah jelas menyimpang jauh dari komitmen NKRI. Sehingga gerakan-gerakan seperti ini terus berkembang biak dan menggerogoti rasa nasionalisme generasi bangsa kita.
Padahal Pancasila sudah menjadi titik temu bersama yang memuat nilai-nilai yang diterima oleh semua golongan sejak diketuk palu sebagai ideologi final bangsa Indonesia. Pancasila merupakan pandangan dan pedoman hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Masyarakat harus kembali dibangunkan dan disadarkan untuk kembali mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila harus dimunculkan kembali ke permukaan sebagai sebuah falsafah hidup dalam sebuah bangsa yang kaya akan keberagaman. Pancasila harus kebali menjadi philosophosche grondsag, falsafah dan pandangan hidup seperti apa yang dicita-citakan oleh Ir. Soekarno.
Jika dijalankan dengan baik tentu kita akan menyadari bahwa Pancasila tidak sama sekali bertentangan dengan ajaran keagamaan ataupun berlawanan dengan keadilan dan kemanusiaan seperti yang sering kali digaung-gaungkan oleh kelompok kekanan-kananan dan kekiri-kirian. Maka dari itu perlu kesadaran untuk melihat Pancasila dari sudut pandang kebangsaan dan mengaplikasikannya dalam keseharian dalam kehidupan di negara ini yang sangat kaya akan keragaman.
Indonesia merupakan rumah bersama dan Pancasila adalah atapnya. Atap yang siap menaungi seluruh penghuninya, tidak pandang latar belakang suku, budaya, bahasa dan agamanya.

source: jalandamai.net

0 comments on “Pancasila : Titik Temu BersamaAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?