Mental Health Awareness : Jangan Asal Self-diagnose

Saat ini kesadaran mengenai kesehatan mental mulai meningkat di beberapa kalangan, khususnya generasi millenial. Terlihat dari konten-konten mengenai mental health yang mendapat banyak respon baik, di media sosial banyak praktisi kesehatan mental seperti Psikolog dan Psikiater yang membuka ruang diskusi mengenai kesehatan mental. Tentu ini sebuah hal yang sangat bagus.

Menurut beberapa penelitian, media sosial sedikit banyak berpengaruh pada kesehatan mental seseorang. Dalam kasus yang lebih parah, dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan mental seseorang. Namun, jauh sebelum sosial media ada pun, sebenarnya gangguan-gangguan pada kesehatan mental sudah banyak terjadi, hanya saja tingkat kesadarannya yang masih sangat minim. Stigma di masyarakat tentang orang yang ke Psikolog atau Psikiater hanyalah orang gila pun masih sangat kuat.

Gangguan pada kesehatan mental itu banyak macamnya. Menurut dr. Jiemi Ardian, seorang Psikiater di Rumah Sakit Siloam Bogor mengatakan bahwa sebetulnya gangguan pada mental ini sama saja dengan sakit yang pada umumnya kita rasakan, seperti sakit jantung, Gerd, sakit tenggorokan dan lain-lain, yang artinya keduanya sama-sama membutuhkan bantuan profesional.

Oleh karena itu, kita tidak bisa serta merta mendiagnosis diri sendiri mengidap suatu gangguan mental, hanya karena kita mengalami beberapa gejala yang serupa dengan gangguan tersebut. Kembali lagi pada kenyataan bahwa gangguan mental itu sama dengan penyakit fisik pada umumnya. Untuk mendapatkan suatu diganosis, maka seseorang harus menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan oleh tenaga profesional, dalam kasus kesehatan mental ditangani oleh Psikolog atau Psikiater.

Saat ini, informasi apapun, semuanya tersedia di internet. Akan tetapi, jangan pernah menjadikan semua informasi itu sebagai suatu acuan mutlak, terlebih terkait hal-hal penting dalam kehidupan, seperti kesehatan baik fisik maupun mental. Maka, sangat di sarankan untuk siapapun, apabila mengalami sesuatu hal yang dirasa tidak normal dan sangat mengganggu, ada baiknya untuk segera menemui profesional. Apabila masih dapat di atasi sendiri, bisa mengambil alternatif dengan mengedukasi diri melalui membaca jurnal, menonton video-video edukasi mengenai kesehatan mental, mengikuti webinar dari Psikolog atau Psikiater, dan yang lainnya.

Karena apabila melakukan self-diagnose, bisa sangat berisiko, apabila terjadi misdiagnosis bisa menimbulkan keadaan yang lebih buruk karena tidak ditangani dengan tepat. Atau, bisa saja, padahal sebenarnya kita tidak mengalami gangguan mental apapun, namun menjustifikasi diri sendiri mengalami suatu gangguan mental, dan itu juga sangat tidak disarankan.

Utamanya, jangan karena kita merasa sangat aware dengan kesehatan mental, lalu kita serta merta bisa mendiagnosis diri sendiri atau orang lain mengalami suatu gangguan mental. Karena itu adalah tugas dan hak para tenaga ahli profesional.

0 comments on “Mental Health Awareness : Jangan Asal Self-diagnoseAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?