MENTAATI PEMERINTAH BERARTI MENJALANKAN SALAH SATU AJARAN AGAMA

Indonesia dengan keanekaragamannya menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi rakyatnya, mulai dari perbedaan bahasa, adat istiadat, sampai perbedaan dalam agama sehingga Indonesia kaya akan budaya. Indonesia masih termasuk negara yang damai walaupun mejmuknya bangsa Indonesia. banyaknya perbedaan atau keanekaragaman yang ada di Indonesia sangat memungkinkan timbulnya potensi perpecahan di antara rakyatnya. Hal ini yang dimanfaatkan beberapa oknum untuk menghancurkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang iri akan kekayaan budaya dan sumber alamnya yang melimpah.

Terlebih banyaknya agama yang ada di Indonesia sangat mungkin untuk hadir sebuah perselisihan, maka dari itu founding father kita mencoba membuat kerangka berpikir untuk bisa menyatukan persepsi demi keutuhan NKRI dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika yaitu berbeda-beda tapi tetap satu jua yang termasuk dalam salah satu dari 4 konsensus dasar berbangsa dan bernegara.

Oknum yang hadir dengan tujuan menghancurkan sebuah negara biasanya mencoba untuk mengadu domba, doktrinisasi, berupaya untuk membuat masyarakat membenci pemerintahan. Akibatnya respect masyarakat akan berubah kepada kebencian, lalu oknum akan hadir dengan dalih agama memberikan harapan-harapan yang bisa merangkul kebutuhan masyarakat. Hal ini sangat lumrah untuk ditemui di negara kita bahkan dibeberapa belahan dunia yang sedang dilanda kehancuran. Padahal jika masyarakat mau berkaca atau menjadikan kasus serupa sebagai pembelajaran, seharusnya masyarakat sadar untuk pentingnya menjaga keutuhan NKRI bukan malah mengikuti kasus yang terjadi. Kasus-kasus yang telah terjadi dibeberapa belahan dunia malah membuat sengsara bangsa dan negara. Contohnya; jatuhnya korban meninggal, harapan yang belum tentu tercapai, hidup dalam kehancuran dan kesengsaraan seakan hal itu tidak menjadi pembelajaran malah justru diabaikan.

Jika mereka mau mendalami ajaran-ajaran agama dengan berupaya menghadirkan solusi tanpa harus ada sebuah perpecahan itu akan lebih baik. Padahal agama yang ada di Indonesia salah satu ajarannya adalah memerintahkan untuk mengikuti pemerintah. Seperti islam dengan dalil surat An-Nisaa: 59:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُواللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِيالْأَمْرِ مِنْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada rasul dan ulil amri kalian.”

Dengan landasan ini umat islam seharusnya sudah bisa menginterpretasikan bahwa Allah merintahkan untuk taat kepada Rasul dan Ulil Amri. Ulil Amri yang dimaksud disini adalah pemimpin negara yaitu Presiden yang mewakili sebuah pemerintahan. Namun sebagian umat islam yang terhasut kepada doktrinisasi ekstrimis memilih jalur teror untuk melawan Pemerintah. Dengan dalih khilafah sebagai solusi dari semua permasalahan dalam bernegara. Padahal belum tentu itu menjadi sebuah solusi yang kongkrit terlebih aksi yang mereka lakukan biasanya berjung dengan jatuhnya korban jiwa yang malah merugikan dengan menghancurkan diri mereka sendiri padahal Allah mengecam tindakan yang merusak dirinya sendiri terlebih harus sampai kehilangan nyawa.

Dalam Kristen dan katholik yang ajaran tidak jauh berbeda merujuk kepada kitab sucinya Al-kitab atau bibel  pada ayat Roma 13:1-4 (TB)  Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.

Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Dan ini sudah sangat jelas bahwa umat Kristen dan Katholik diperintahkan untuk mengikuti Pemerintah sesuai ajaran dalam kitab mereka.

Ajaran agama Hindu juga memiliki ajaran untuk mencintai dan mengikuti Pemerintah yaitu dharma agama dan dharma negara yang pada intinya upaya untuk menciptakan generasi untuk mendukung pemerintahan yang bijaksana. Tidak jauh berbeda juga dengan ajaran khonghucu yaitu ajaran Nabi Kongzi ingin mewujudkan suatu masyarakat yang penuh kerukunan, kebahagiaan dan kemakmuran, yang dimulai dengan membina diri, mendidik diri sendiri menempuh jalan suci atau jalan kebenaran agar menjadi seorang Junzi, manusia yang berbudi luhur, manusia yang memanusiakan dirinya sendiri dan orang lain, cinta kepada sesamanya, kepada bangsa dan negaranya. Lalu ajaran Buddha menekankan umat Buddha Indonesia harus men­cintai tanah air. Ini dilakukan me­lalui gerakan agama Buddha Indo­nesia, bukan agama Buddha di Indonesia, dengan ciri kepribadian bangsa Indonesia. Gerakan ini dikenal se­bagai Buddhayana, adalah ajaran Buddha asali, yang melihat keraga­man budaya dan metode memiliki satu esensi, yaitu pembe­basan.

Sudah jelas agama yang ditetapkan di Indonesia mengedepankan ajaran persatuan dan keutuhan guna menopang kemajuan bersama menghindari perpecahan sehingga NKRI bisa menjadi wadah untuk menjalani kehidupan dengan penuh kedamaian. Jika memang ada kekecewaan terhadap pemerintah atas kinerja atau permasalahan-permasalahan yang timbul, alangkah baiknya diaspirasikan secara terbuka melalui forum-forum diskusi dan mengikuti regulasi yang telah diwadahi pemerintah sehingga tidak ada celah untuk oknum mengambil kesempatan untuk menimbulkan perpecahan yang mengganggu keutuhan NKRI.

Oleh : Irhas Abdul Hadi

0 comments on “MENTAATI PEMERINTAH BERARTI MENJALANKAN SALAH SATU AJARAN AGAMAAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?