Menolak Isu SARA di Dunia Maya

Indonesia adalah negara yang sejak dahulu kala sangat kaya akan perbedaan suku, agama, ras, golongan dan sebagainya. Sebagi negara yang majemuk, Indonesia menjadi negara yang sangat rentan terhadap konflik SARA. Perbedaan cara pandang, cara pengucapan dan cara pemahaman rentan sekali menjadi awal mula bentrok dan konflik di negara ini.

Selain itu, banyaknyan kelompok kepentingan sering kali memanfaatkan keberadaan gesekan tersebut sehingga akhirnya menjadi konflik yang berkepanjangan. Indonesia sudah banyak melewati pengalaman pahit dalam menghadapi konflik berbau SARA ini. Misalnya konflik agama di Ambon, konflik Sampit yang terjadi antara suku Dayak dan Madura, Konflik antara pemerintah dengan kelompok separatis, dan masih banyak konflik lainnya yang didasari oleh SARA.

Di era digital ini segala informasi kini sangat mudah diperoleh. Berbagai macam isu berteberan setiap harinya di dunia maya. Namun hal yang menyedihkan dari perkembangan teknologi ini adalah banyaknya masyarakat yang memiliki pola pikir pendek sehingga informasi yang diterima ditelan mentah-mentah dan menilai informasi tersebut secara sepihak tanpa klarifikasi lebih lanjut.

Cara pikir yang pendek inilah yang kemudian banyak menimbulkan kegaduhan di dunia maya terlebih jika yang ia terima adalah isu SARA. Isu SARA menjadi isu yang sangat sensitif bagi bangsa ini yang bukan hanya dapat menciptakan ketegangan tapi juga dapat menciptakan perpecahan. Orang yang berpikir pendek tidak akan mengerti alasan atas respon yang ia berikan pada suatu informasi yang beredar di dunia maya. hal yang lebih menyedihkan lagi adalah bahwa sering kali respon ini diungkapkan dengan kata-kata yang tidak pantas dan menyinggung perasaan.

Permasalahan inilah yang harus sesegera mungkin dibasmi dalam upaya untuk meningkatkan persatuan di Indonesia. masyarakat perlu menyadari pentingnya menahan diri untuk tidak terburu-buru mengomentari dan mengklarifikasi terlebih dahulu kebenaran atas suatu informasi yang beredar di dunia maya. Sebab dengan pola pikir yang pendek dan dangkal nantinya akan menyulut emosi sehingga ungkapan-ungkapan intoleransi akan mudah diucapkan dan dapat menyulut emosi yang lainya.

Kalau sudah demikian kita sudah satu langkah lebih dekat dengan perpecahan. Sebab tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini kegaduhan yang ada di dunia maya sering kali membawa dampak besar dalam kehidupan di dunia nyata.

74 tahun setelah bangsa ini merdeka semestinya kita mampu untuk lebih bijak lagi dalam merespon persoalan bangsa terlebih terkait SARA. Di usia bangsa kita yang sudah tidak lagi muda, sangatlah tidak elok jika kita dapat dengan mudah di adu domba dengan hal-hal yang semestinya tidak kita permasalahkan.

74 tahun sudah Indonesia merdeka, sudah saatnya kita pandai menjaga lisan dan jempol kita jangan sampai apa yang kita ungkapkan menyakiti perasaan saudara sebangsa kita. Banyak hal yang bisa kita lakukan bersama untuk kemajuan bersama, kalau sudah saling cinta dan menjaga maka tidak akan ada lagi waktu kita untuk membahas perbedaan, SARA tidak lagi menjadi isu gorengan yang memperkeruh keadaan, sebab rasa persatuan mendorong kita untuk bersama-sama mencapai persatuan.

Tolak isu SARA di dunia maya. Bijaklah merespon persoalan-persoalan yang ada.

Mari saling menjaga, sebab siapapun aku, kamu, dia dan mereka, kita tetap satu Indonesia.

Penulis: Annisa Fathia Hana

0 comments on “Menolak Isu SARA di Dunia MayaAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *