Menjaga Samudra Kita

Indonesia merupakan salah satu negara maritim di dunia. Luas lautannya membentang sepanjang 5,8 juta km persegi, lebih luas dari daratan yang kita singgahi. Menjaga ekosistem kelautan Indonesia tentu tak kalah penting dari menjaga ekosistem di daratan. Untuk itulah, Hari Laut Sedunia (World Oceans Day) yang diperingati setiap 8 Juni mengingatkan kita untuk turut andil menjaga kelautan Indonesia. Dengan begitu, kita turut serta menjaga kelautan dunia.

Layaknya peringatan hari besar lainnya, peringatan Hari Laut Sedunia mengusung tema berbeda setiap tahunnya. Kali ini, peringatan Hari Laut Sedunia mengusung tema “The Ocean: Life and Livelihoods” atau “Samudera: Kehidupan dan Sumber Penghidupannya”. Tema ini sebagai upaya mengkampanyekan pentingnya ekosistem laut dan perannya untuk kelangsungan hidup manusia.

Menilik ke belakang, Hari Laut Sedunia disahkan secara resmi oleh PBB pada tahun 2008. Mengingat bahwa 70% dari planet Bumi terdiri atas lautan. Laut juga menyediakan jalur pelayaran untuk perdagangan nasional maupun internasional. Hal ini tentu erat kaitannya dengan kerjasama antar negara di dunia dari sektor kelautan.

Secara geopolitik, Indonesia memiliki peran strategis karena berada di antara benua Asia dan Australia serta di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Sehingga Indonesia menjadi poros maritim dunia pada perdagangan global yang menghubungkan kawasan Asia Pasifik dan Australia.

Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO) 2020 menyebutkan, Indonesia adalah negara ketiga dengan potensi perikanan tangkap laut terbesar di dunia setelah China dan Peru. Bahkan, Indonesia menyumbang 8% produksi perikanan dunia. Potensi sumber daya ikan laut Indonesia diperkirakan sebesar 12,54 juta ton per tahun yang tersebar di perairan wilayah Indonesia dan perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Selain itu, luas terumbu karang milik Indonesia yang sudah terpetakan mencapai 25.000 km persegi, 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut, dan 950 biota terumbu karang. Sumber daya ikan di laut Indonesia ini meliputi 37%  dari spesies ikan di dunia.

Selain potensi bawah laut, potensi wisata bahari Indonesia juga tak kalah menjanjikan. Panjang garis pantai yang mencapai 95.181 km menjadikan Indonesia sebagai negara dengan destinasi pantai yang indah, sebut saja Raja Ampat (Papua), Nahiwatu Beach (NTT), Gili Trawangan (NTB), Karimun Jawa (Jawa Tengah), Pulau Derawan (Kalimantan Timur), dan lainnya.

Data tersebut di atas harusnya kembali menyadarkan kita untuk mencintai kelautan Indonesia. Sebagai generasi muda bangsa, menjaga kelautan Indonesia adalah tugas kita bersama. Tak hanya menghalau Kapal Ikan Asing (KIA) yang menjarah hasil laut, tetapi menjaga kelangsungan ekosistem bawah laut agar tetap lestari. Mari bahu membahu menjaga bahari untuk anak cucu di masa mendatang nanti.

Penulis: Siska Irma Diana

0 comments on “Menjaga Samudra KitaAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?