Menilik Sejarah Hari Koperasi Indonesia Tiap 12 Juli

Tanggal 12 Juli 2021, tepatnya pada hari Senin mendatang, akan ada peringatan Hari Koperasi Nasional. Sejarah adanya Hari Koperasi di Indonesia ini bermula dari adanya gerakan koperasi seluruh Indonesia yang mengadakan kongres pertama pada 12 Juli 1947 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Salah satu keputusan kongres adalah ditetapkan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi Nasional.

Di Indonesia, koperasi mulai diperkenalkan oleh Patih R.Aria Wiriatmadja pada tahun 1896. Patih R.Aria Wiriaatmadja merintis pendirian suatu bank untuk menolong para pegawai negeri yang terjerat hutang dari kaum lintah darat atau rentenir. Karena kala itu, Patih R.Aria Wiriaatmadja iba melihat penderitaan para pegawai negeri yang menderita akibat bunga yang terlalu tinggi dari rentenir yang memberikan pinjaman uang. Maka didirikanlah bank tersebut untuk para pegawai negeri. Dari sinilah rintisan yang menjadi awal adanya gerakan perkoperasian Indonesia.

Patih R.Aria Wiriaatmadja mengadopsi sistem serupa dengan yang ada di jerman yakni mendirikan koperasi kredit. Beliau berniat membantu orang-orang agar tidak lagi berurusan dengan renternir yang pasti akan memberikan bunga yang tinggi. Lantas, usaha tersebut mendapat bantuan dari asisten residen Belanda bernama De Wolffvan Westerrode pada tahun 1898. Cara pertama dengan memperluas bidang kerja dari Bank Penolong dan Penyimpanan menjadi Bank Penolong, Penyimpanan dan Kredit Pertanian. Upaya tersebut agar dapat juga membantu para petani melalui pembentukan koperasi simpan pinjam.

Setelah Jepang berhasil menduduki sebagian besar wilayah di Asia, termasuk Indonesia, sistem pemerintahan pun berpindah tangan dari pemerintahan Hindia-Belanda ke pemerintahan Jepang. Jepang lantas mendirikan Koperasi Kumiyai. Hal tersebut yang menjadikan beralihnya sistem koperasi dari Bank Penolong, Penyimpanan dan Kredit Pertanian menjadi Koperasi Kumiyai versi Jepang. Hal tersebut dilakukan oleh pemerintahan Jepang demi mengeruk keuntungan dan menyengsarakan rakyat Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka, diadakan Kongres Koperasi Indonesia pertama di Tasikmalaya pada tanggal 11-14 Juli 1947. Kongres tersebut dihadiri sekitar 500 orang dan merupakan utusan-utusan Koperasi dari 51 Kabupaten di Indonesia. Kongres koperasi pertama menghasilkan beberapa poin  yang disepakati bersama salah satunya hasil dari kongres ini membentuk Badan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) dan menetapkan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi Indonesia.

Koperasi dalam hal ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang tumbuh di kalangan masyarakat sebagai pendorong tumbuhnya perekonomian nasional dan penggerak  utama yang diharapkan dapat menjadi soko guru dalam perkembangan ekonomi di  Negara Indonesia. Sesuai dengan cita-citanya koperasi harus berfungsi sebagai alat perjuangan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, koperasi juga sebagai alat  pendemokrasian ekonomi. Sifat- sifat koperasi harus menunjukan sifat anti kapitalisme dan anti kolonialisme.

Referensi:

G. Kartasapoetra, dkk. 1991. Koperasi Indonesia: yang Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Jakarta: Rineka Cipta.

Kamaralsyah, Dkk. 1987. Panca Windu: Gerakan Koperasi Indonesia 1947-1987. Jakarta: Dewan Koperasi Indonesia.

Edillius dan Sudarsono. 1993. Koperasi dalam Teori dan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Penulis: Ika Titi Hidayati

0 comments on “Menilik Sejarah Hari Koperasi Indonesia Tiap 12 JuliAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Hai Sobat Damai ?