MENGGALI FILOSOFI NEGERI, DARI BATIK NUSANTARA

Dilansir dari jateng.kemenag.go.id batik berasal dari dua kata, yaitu: Amba dan Tik (bahasa jawa). Amba berarti lebar dan Tik berarti titik. Maka batik adalah titik-titik yang ditorehkan pada media kain yang menghasilkan pola-pola tertentu.

Pembuatan batik sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit, hal tersebut di perkuat dengan ditemukannya motif-motif pada zaman tersebut. Pada saat itu batik hanya digunakan oleh kalangan bangsawan kerajaan, namun pada perkembangannya batik saat ini sudah bisa dipakai oleh berbagai macam kalangan.

Wah, tapi fokus kita tidak akan membahas jauh mengenai sejarah batik ataupun perkembangannya ya sobat damai sekalian. Kali ini kita akan mencoba menggali filosofi dan pelajaran apa yang dapat kita ambil dari proses pembuatan batik hingga sudah menjadi kainnya.

Sobat damai tentu sudah tidak asing lagi dengan batik ini, selain sebagai buah karya bangsa dan warisan budaya Indonesia, ternyata terdapat poin-poin menarik nih dari batik ini.

Berikut ini beberapa pelajaran yang kita dapatkan dari sehelai kain batik:

Pertama, Ketekunan dan Keuletan dalam Merawat Persatuan.  Hal tersebut dapat dilihat Ketika pengrajin memulai membuat motif dan menyanting batik, tentu dibutuhkan kesabaran dan keuletan apalagi untuk motif-motif sulit seperti tiga negeri. Namun pengrajin sangat menikmati prosesnya sehingga tercipta karya yang memuaskan. Sama halnya dengan kita sebagai generasi muda, dalam menjaga persatuan dan keberagaman harus terus menerus tanpa lelah, sehingga persatuan  dapat terus terjaga dan diabadikan.

Kedua, Keberagaman itu sesuatu yang Indah. Hal ini terlihat dari banyaknya motif batik yang ada dari Sabang hingga Merauke, keberagaman pada kain batik bukan malah menjadikannya menjadi rusak atau memiliki nilai yang rendah, namun hal tersebut justru memperkaya dan memperindah khasanah batik nusantara. Dari sini kita belajar bahwa, dengan perbedaan tidak akan membuat kita rugi tapi justru membuat suasana makin harmonis, saling menghargai seperti perpaduan motif yang saling melengkapi, juga menghormati seperti batik yang menemani saat resepsi.

Ketiga, Batik Cerminan Kepribadian Bangsa. Karena batik merupakan salah satu identitas asli bangsa Indonesia, tidak dimiliki negara lain. Batik juga mencerminkan budaya ketimuran bangsa Indonesia yang ramah, sopan dan santun.

Keren bukan sobat damai sekalian..? sekian pelajaran yang dapat dibagikan kali ini, sampai bertemu di tulisan lainnya..

0 comments on “MENGGALI FILOSOFI NEGERI, DARI BATIK NUSANTARAAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?