Melihat Bahaya Rokok Elektrik atau Vape

Siapa sih yang tak kenal rokok elektrik atau akrab disebut dengan Vape ini, seiring berkembangnya teknologi, jenis rokok pun memiliki varian inovasi baru dengan mekanisme elektrik.

Vape mulai populer digunakan di Indonesia tahun 2013. Rokok elektrik atau vape atau vapor merupakan sebuah perangkan yang dirancang untuk menghantarkan nikotin tanpa asam tembakau dengan cara memanaskan larutan nikotin, perasa, propilen glycol dan glyserin. Cara kerja Vape walau tanpa pembakaran tembakau, namun tetap memberikan sensasi merokok dengan ragam rasa aroma yang lebih kalem.

Meskipun vape tidak menggunakan tembakau langsung untuk dibakar, cairan vape tetap mengandung nikotin yang diekstrak dari tembakau dan sudah dicmpur dengan perasa. Adanya kandungan nikotin ini dapat menyebabkan adanya bahaya sama halnya seperti rokok konvensional.

Beberapa bahaya rokok elektrik atau vape sebagai berikut:

1. Menyebabkan Kecanduan dan Ketergantungan

Nikotin merupakan senyawa kimia organik dengan sifat adiktif. Senyawa inilah yang membuat pengguna mengalami ketergantungan dan candu, sehingga sulit untuk lepas atau berhenti.

Pasalnya perangkat rokok elektrik ini dapat mengalirkan nikotin dalam jumlah besar ke dalam tubuh sehingga mengakibatkan kecanduan semakin besar pula dengan efek samping seperti merasa pusing, dan mual.

2. Mengganggu Perkembangan Otak Usia Remaja

Dampak nikotin selain di atas tersebut, yaitu dapat membahaykan perkembangan otak remaja yang terus berkembang sampai usia dewasa awal.

Nikotin dapat mengganggu proses pembuatan ingatan atau keterampilan baru yang dibangun oleh sel-sel otak remaja daripada orang dewasa dan dapat merus bagian otak yang mengontrol perhatian, pembelajaran atau keterampilan baru, kontrol impuls dan suasana hati.

3. Menimbulkan Risiko Penyakit Sistem Pernapasan

Tak heran jika rokok elektrik atau vape dapat menyebabkan risiko penyakit pada sistem pernapasan, di mana mekanisme vape sendiri sama dengan seperti menghisap rokok konvensional. Mekanisme tersebut bersinggungan langsung dengan paru-paru yang menyebabkan cedera paru-paru, dan asma.

4. Menimbulkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Kandungan nikotin yang diserap oleh pembuluh darah dapat meningjkatkan produksi dan kadar hormon adrenalin. Di mana hormon ardenalin ini jika berlebih dan dalam penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan adanya risiko serangan jantung dan kematian mendadak.

Hormon adrenalin ini dapat meningkatkan detak jantung supaya darah dapat mengalir lebih deras ke seluruh tubuh, ketika jantung dipaksa bekerja terlalu keras , risiko ini dikhatrikan akan berdampak pada serangan jantung.

5. Menimbulkan Keracunan Nikotin

Nikotin tak hanya berdampak pada sistem pernapasan dan sistem sirkulasi darah, pemakain nikotin dalam jumlah besar dan jangka panjang dapat berpotensi keracunan dengan indikasi mual dan muntah. Risiko kematian pun dapat terjadi dari konsumsi nikotin ini.

Beberapa bahaya pemakaian Vape tersebut sama halnya dengan dampak negatif dari penggunaan rokok konvensional, terlebih ada tambahan perasa pada rokok elektrik tersebut. Oleh karena itu, lebih baik untuk menghindari penggunaan rokok baik konvensional maupun elektrik.

Penulis: Manapiah Anadiroh

0 comments on “Melihat Bahaya Rokok Elektrik atau VapeAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Hai Sobat Damai ?