MANIFESTASI TOLERANSI LEWAT BANGUNAN

“Nggak gampang adu domba masyarakat Banten soal agama,” tegas Ketua Umum Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten Tubagus Abbas Wasee (Kompas.com, 2017). Hal ini ia nyatakan dalam cerita soal kerukunan antar umat beragama di masyarakat Banten. Pernyataan serupa juga diamini oleh Sutanta Ateng, Ketua Pembina Vihara Avalokitesvara, Banten. Dari sumber serupa, ia menyatakan; “Kami terus menjaga hubungan baik dan kerukunan dengan masyarakat sekitar”.

Kedua pernyataan kerukunan tersebut nyatanya termanifestasi secara empiris dalam wujud kehadiran bangunan beragama di Banten; Kelenteng Boen Tek Bio dan Masjid Jami Kali Pasir. Jarak keduanya tidak sampai seratus meter. Dengan hanya berjalan kaki, kedua bangunan ini dapat dicapai hanya satu menit. Sejak abad 19, dua bangunan ini telah dan terus berdiri kokoh.

Kelenteng Boen Tek Bio sendiri merupakan salah satu bangunan kegamaan tertua di Serang. Kompas.com (2020) menyebutkan usia dari kelenteng merah ini sendiri telah mencapai usia abad ketiga. Berdiri pada tahun 1684, kesan klasik segera muncul melalui ornamen kelenteng lengkap dengan atap oranye yang melengkung khas bangunan istana China. Arsitektur dan usia menjadi dua faktor yang membuat vihara ini tak mungkin dinafikan. Di sisi Barat kelenteng, berdirilah  Masjid Jami Kali Pasir. Masih dalam sumber yang sama, disebutkan bahwa masjid ini didirikan belasan tahun setelah pembangunan kelenteng.

Dinyatakan oleh Sekretaris Umum Perkumpulan Boen Tek Bio, Ruby, selama ratusan tahun kedua bangunan ini berdiri beriringan tanpa konflik dan persinggungan antar dua kelompok agama berbeda. Sebaliknya, kehidupan saling bergantung justru tercipta antar keduanya. Dalam acara-acara keagamaan, pihak kelenteng sering kali melibatkan pemuda masjid untuk tugas parkir dan keamanan. Di sisi lain, pihak kelenteng Boen Tek Bio juga jamak menggelar kegiatan sosial berupa pengobatan gratis untuk masyrakat sekitar.

Menjadi objek utama kunjungan dan terletak di ibukota Banten, kehadiran berdampingan dua bangunan keagamaan ini pada akhirnya memiliki nilai besar daripada sebatas simbol iman. Lebih daripada itu, keduanya juga menjadi representasi toleransi di provinsi paling Barat pulau Jawa ini. Kelenteng Boen Tek Bio dan Masjid Jami Kali Pasir telah menghidupkan jiwa toleransi dari masyarakatnya secara nyata.

0 comments on “MANIFESTASI TOLERANSI LEWAT BANGUNANAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Hai Sobat Damai ?