Jumat Agung Sebagai Momentun Bangun Perdamaian

Jumat Agung merupakan sebuah perayaan yang dirayakan oleh umat Kristiani untuk memperingati pengorbanan dan penderitaan Yesus Kristus sebelum mati di Kayu Salib. Jumat Agung tahun ini dirayakan pada tanggal 2 April 2021. Perayaan Jumat agung ini tentunya bisa menjadi momentum bagi kita semua untuk bisa membangun perdamaian ditengah masyarakat Indonesia. Lalu bagaimana caranya? Simak penjelasan berikut ini.

Pada dasarnya tujuannya dirayakannya Jumat Agung selain untuk memperingati pengorbanan Yesus Kristus juga sebagai momentum untuk bisa membangun perdamaian sesama manusia. Umat Kristiani mempercayai bahwa kematian Yesus Kristus merupakan bentuk penebusan dosa umat manusia. Sehingga momen Jumat Agung bukanlah momen berduka cita, melainkan momen yang penuh cinta. Sebab umat Kristiani mempercayai setelah kematian Yesus Kristus, pada hari yang ketiga Ia akan bangkit dari kematian. Kebangkitan Yesus inilah yang nantinya disebut sebagai Hari Paskah. Terdapat beberapa makna yang bisa kita pelajari dari momen Jumat Agung, sebagi berikut:

1. Mengajarkan Tentang Pengampunan

Pada dasarnya umat Kristiani mempercayai bahwa kematian Yesus Kristus merupakan bentuk kecintaan-Nya terhadap umat manusia (Aditya, 2021). Sehingga Dia harus mati untuk menebus dosa semua umat manusia. Hal ini tentunya mengajarkan kita sebagai manusia untuk bisa saling mengasihi antar sesama manusia. Sebab, tidak ada gunanya menyimpan atau memendam kebencian kepada orang lain. Membalas kejahatan dengan kejahatan tidak akan mengubah apapun, yang ada hanya akan timbul kejahatan lainnya. Justru kita harus membalas kejahatan dengan kebaikan, itulah yang seharusnya dilakukan.

2. Mengajarkan Bahwa Penderitaan Bukanlah Akhir

Sebagai manusia kita percaya bahwa hidup memang dihiasi dengan berbagai tantangan dan ujian. Jangan hanya berharap kepada kesenangan dan kemudahan semata. Dengan fokus terhadap tujuan kamu, makan kamu akan merasakan bahwa hidup memang harus berjuang dan nantinya suka cita akan datang juga bila kamu terus berusaha. Ketika kita memperingati hari Jumat Agung dengan berjuang, dan menganggap penderitaan bukanlah akhir cerita, namun hanya awal perjalanan, maka kamu akan lebih memaknai hidup.

3. Sebagai Momen Membangun Mentalitas Pemenang

Seseorang akan dikatakan sebagai pemenang ketika dia sudah berhasil melewati setiap tantangan atau halangan yang ada. Dengan melewati setiap tantangan yang ada tentunya kepribadian kita akan terbentuk dan naik ke tingkat yang lebih tinggi. Setiap kita dapat belajar dari masalah atau ujian yang kita hadapi dalam kehidupan sehari hari. Dengan menghadapi semua itu, kita bisa memiliki pengalaman dan lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan. Dengan inilah mentalitas pemenang bisa terbentuk. Orang yang sudah memiliki mental pemenang tahu bahwa dia harus berusaha keras sebelum mencapai tujuannya. Dengan melewati tantangan-tantangan hidup, dia tahu akan bersuka cita bila berhasil nantinya (Abdi, 2019).

Sumber:

Abdi, H. (2019, April). hot.liputan6.com. Retrieved from Liputan6: https://hot.liputan6.com/read/3945611/makna-jumat-agung-bagi-umat-kristiani-sebagai-peringatan-untuk-membangun-mentalitas-pemenang

Aditya, R. (2021, April). suara.com. Retrieved from suara.com: https://www.suara.com/news/2021/04/01/123137/apa-itu-jumat-agung-ini-maknanya-harus-kita-ketahui?page=2

Penulis: Yohanes Kasih Tua

0 comments on “Jumat Agung Sebagai Momentun Bangun PerdamaianAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?