JANGAN JADI PELAKU PSEUDO-SEJARAH!

Pada dasarnya setiap negara memiliki sejarah peradabannya masing-masing, tidak terkecuali Indonesia. Melalui sejarah, setiap kita dapat mempelajari ataupun merasakan bagaimana keadaan pada masa itu walaupun hanya melalui narasi. Namun, sejarah yang awalnya hadir untuk menjadi pengingat dan pembelajaran justru di salah artikan oleh sebagian orang. Seperti yang terjadi belakangan ini yaitu fenomena kemunculan kerajaan-kerajaan baru. Hadirnya fenomena ini sedikit menggelitik di kalangan masyarakat Indonesia, karena notabenenya banyak dari kita yang sudah memahami apa sebenarnya fungsi sejarah.
Para pemrakarsa kerajaan baru itu, mendasari kerajaan mereka dengan menggunakan narasi sejarah yang sebenarnya menyimpang dari pengatahuan umum. Banyak sejarawan yang terheran-heran dengan narasi yang dibuat oleh para pendiri kerajaan tersebut. Ternyata, narasi yang disampaikan hasil karangan sendiri dan dibuat untuk tujuan serta kepentingan tertentu. Istilah seperti ini biasa disebut dengan pseudosejarah. Pseudo-sejarah atau sejarah semu adalah sejarah yang dibuat-buat, disusun tanpa menggunakan metode sejarah yang lazim serta tidak berdasarkan fakta sejarah yang ada.
Melihat keadaan yang terjadi sungguh sangat menyedihkan, karena segala cara digunakan untuk melancarkan aksinya dalam menimpu banyak orang. Bahkan, sejarah dijadikan alat untuk mendukung aksi tersebut. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi diantaranya adalah keadaan ekonomi dan sikap haus akan kekuasaan. Itulah faktor fundamental yang dipakai oleh pemrakarsa kerajaan-kerajaan baru tersebut. Namun, dari fenomena ini ada banyak hal yang bisa dipelajari yaitu tentang nilai kebenaran. Walaupun narasi yang dibuat oleh si pemrakarsa tersebut terkesan tidak logis tapi masih banyak masyarakat kita mempercayainya. Berdasarkan hal ini, dapat terlihat bahwa adanya pergeseran nilai kebenaran di tengah masyarakat. Kebenaran tidak lagi berdasarkan fakta empiris melainkan keyakinan umum. Bila sebagian besar di lingkungannya mengatakan itu benar maka itu pasti benar walaupun secara fakta empiris itu bertentangan. Inilah yang perlu kita waspadai sebagai warga negara, karena apabila ditarik benang merahnya hal ini bisa membawa kita kepada permasalahan ideologi bangsa. Saat di lingkungan sekitar kita mayoritas menganut ideologi selain Pancasila, apakah kita harus membenarkan ideologi tersebut, tentunya tidak. Itulah contoh sederhana yang bisa kita pelajari untuk memberikan pemahaman yang baik kepada semua orang yang kita temui. Salam Damai!

0 comments on “JANGAN JADI PELAKU PSEUDO-SEJARAH!Add yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?