Ini Isu Perdamaian yang Kini Marak di Nasional hingga Regional Asia

Mulai dari wilayah nasional hingga internasional, para pegiat perdamaian terus beraksi memperjuangkan perdamaian yang berhak didapatkan setiap orang. Berikut berita terbaru isu-isu perdamaian yang kian marak akhir-akhir ini.

Peringkat Indonesia dalam Indeks Perdamaian Dunia

Dirilis oleh Institute of Economics and Peace bahwa dalam Laporan Indeks Perdamaian Dunia 2020 Indonesia menempati posisi kesembilan sebagai negara paling damai di tingkat Asia-Pasifik dan peringkat ke-49 secara global. Peringkat ini merosot dibanding tahun 2019, di mana Indonesia menempati posisi ke-41 dunia. Menurut laporan tersebut, Indonesia mencatat kemunduran perdamaian terbesar di tingkat Asia-Pasifik, yaitu 0,061.

IEP menyebutkan bahwa konflik internal yang berujung pada kematian menjadi penyebab utama mundurnya nilai perdamaian di Indonesia, disertai kemunduran substansial dan stabilitas politik selama satu tahun terakhir.

Bintang Jatuh di Myanmar

Perayaan Hari Angkatan Bersenjata pada 27 Maret yang biasanya memperingati perlawanan bersenjata Myanmar terhadap penjajah Jepang, tahun ini justru menjadi hari paling berdarah sejak proses kudeta militer di Myanmar pada 1 Februari. “Bintang Jatuh”, bergitulah gerakan nasional penentang kudeta militer menjuluki 114 korban yang tewas oleh junta militernya sendiri.

Tom Andrews, Pelapor Khusus PBB untuk Myanmar telah mengatakan bahwa tentara melakukan “pembunuhan massal” dan ia meminta dunia untuk mengisolasi junta dan memblokir aksesnya ke senjata. Namun, para jenderal tak terpengaruh akan kritik dan sanksi asing yang dijatuhkan

Gerakan Stop Asian Hate Terus Bergema

Kampanye Stop Asian Hate bermula ketika diskriminasi terhadap orang-orang Asia di Amerika Serikat terus meningkat hingga menimbulkan kekerasan. Tokoh masyarakat mengatakan kekerasan terhadap warga asal Asia di Amerika Serikat meningkat sejak pandemi COVID-19. Masyarakat menganggap warga Asia sebagai penyebar virus ini pertama kali karena penemuannya di China pada 2020 lalu.

Demi memberi dukungan terhadap komunitas Asia Amerika, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di negara bagian Georgia, Amerika Serikat pada akhir pekan lalu. Pekan sebelumnya, terjadi tiga penembakan yang menewaskan delapan orang, enam di antaranya perempuan asal Asia.

Hari Sabtu (20/03), massa berkumpul di depan gedung parlemen Georgia sambil mengenakan masker, membawa bendera Amerika Serikat dan membawa poster bertuliskan “Kami bukanlah virus” dan “Berhenti membenci orang Asia”.

Raphael Warnock dan Jon Ossoff, dua senator asal Georgia yang baru saja terpilih, memimpin unjuk rasa dalam upacara mengheningkan cipta mengenang para korban. Pihak berwenang di Georgia masih belum menjelaskan apa motif dari penembakan yang dilakukan massal di beberapa spa di kota Atlanta. Penembakan di beberapa spa terjadi saat tindak kekerasan terhadap warga asal Asia meningkat di Amerika Serikat selama setahun terakhir.

Menurut laporan yang dirilis Departemen Kepolisian New York, tingkat kriminalitas terhadap warga Asia melonjak sebesar 1900 persen sepanjang tahun 2020. Kekerasan dan kejahatan yang dialami ras Asia kian meningkat dan memprihatinkan di tahun 2021.

Penulis: Gladys Darasha

0 comments on “Ini Isu Perdamaian yang Kini Marak di Nasional hingga Regional AsiaAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hai Sobat Damai ?