Ibadah Haji dan Toleransi

Sejak Pertengahan Juli tahun ini, sebagian jemaah haji di seluruh Indonesia mulai diberangkatkan. Ibadah Haji merupakan ibadah yang paling dinantikan oleh seluruh umat islam di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Masyarakat muslim di Indonesiapun tidak serta merta dapat langsung berangkat setelah mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji, melainkan harus menunggu bertahun-tahun.

Ibadah haji sendiri merupakan rukun islam ke-5, disebut sebagai penyempurna keislaman seorang muslim. Ibadah haji adalah melaksanakan serangkaian rukun dan sunnah haji di tanah suci Mekkah, salah satunya adalah melakukan Thawaf yaitu berjalan mengelilingi Ka’bah seraya mengucapkan kalimat “Labbaik Allahuma Labbaik”. Di sana tidak hanya muslim dari negara Indonesia saja, akan tetapi umat muslim dari seluruh dunia datang dan berkumpul, untuk menyeru nama Tuhan dan memunajatkan do’a.

Dalam pelaksanaannya, Ibadah haji mengajarkan kita bahwa tidak ada yang berbeda di hadapan Tuhan selain karena iman dan ketakwaanya, bahwa semua manusia sama, darimanapun mereka berasal, berapapun usia mereka.

Datang dari berbagai belahan dunia, berbagai ras, suku, budaya dan usia. Toleransi menjadi hal utama, untuk dapat tetap menjaga perdamaian, tidak ada hal lain yang dapat meleburkan perbedaan selain toleransi. Tentunya toleransi akan hal-hal yang memang patut untuk ditoleransi, seperti perbedaan pemahaman, perbedaan sikap, perbedaan budaya dan bahasa juga perbedaan kebiasaan dan hal lainnya. Toleransi menjadi bekal bagi setiap kita untuk dapat memahami dan membuka diri atas hal-hal yang baru kita ketahui, atas perbedaan-perbedaan yang terjadi dan baru kita temui.

Toleransi pula mengajarkan kita, bahwa perbedaan bukan suatu alasan lahirnya perdebatan dan pertikaian, melainkan perbedaan menjadi pewarna kehidupan, yang dapat menjadikan kita manusia yang senantiasa berpikir dan bersikap dewasa, dan dapat untuk saling menghargai. Seperti dalam pelaksanaan Ibadah haji, tidak memandang orang lain berasal dari negara mana, melainkan semuanya saudara se-iman dan se-islam, memiliki tujuan suci yang sama untuk bertamu ke rumah Tuhannya.

Tak dipungkiri, toleransi dapat menciptakan persaudaraan, mempererat silaturahim, dan menjalin rasa kekeluargaan. Bertemu dengan orang-orang dari daerah dan suku lain di belahan Indonesia, membuat kita semakin paham bahwa Indonesia itu kaya akan budaya, yang seharusnya kita jaga dan pelihara.

0 comments on “Ibadah Haji dan ToleransiAdd yours →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *